Jelang Idul Fitri, Polrestabes Bandung Musnahkan Puluhan Ribu Botol Miras Ilegal

Peristiwa  RABU, 29 MEI 2019 , 17:09:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Jelang Idul Fitri, Polrestabes Bandung Musnahkan Puluhan Ribu Botol Miras Ilegal

Pemusnahan Ribuan Miras Ilegal di Polrestabes Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Menjelang hari raya idul Fitri, Polrestabes Bandung melaksanaan Pemusnahan Barang Bukti Minuman Keras, hasil kegiatan Cipta Kondisi menjelang Pilpres 2019, dan Hasil Operasi Pekat Lodaya 2019.

Berdasarkan data yang diterima RMOLJabar, jumlah barang bukti minuman keras yang dimusnahkan sebanyak 39.120 botol miras berbagai merek, 215 jerigen (6.450 liter) serta 239 botol minuman keras oplosan.

"Itu adalah hasil kegiatan dari polrestabes bandung beserta jajaran polsek, Satpol pp kota bandung, beserta informasi dan kerjasama dari masyarakat kota bandung untuk menciptakan bandung dalam keadaan aman, kondusif terutama selama ramadhan," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu, (29/5).

Selain itu, Irman menegaskan jika masih ditemukan penjual minuman keras ilegal di Kota Bandung, masyarakat dapat memberikan laporan kepada Polrestabes Bandung untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

"Apabila masih ditemukan informasi pedagang penjual minuman beralkohol yang ilegal, agar diinformasikan pada kepolisian dan tindakan sesuai dengan mekanisme hukum, agar minuman beralkohol ini tidak dikonsumsi oleh masyarakat, kemudian berdampak pada masalah sosial lainnya," tegas Irman.

Perlu diketahui, seluruh barang bukti Miras tersebut sudah memiliki Keputusan Tetap dari Pengadilan Negeri Bandung. Seluruhnya disita dari 9 tersangka dan sudah di lakukan TIPIRING dan sudah mendapatkan Penetapan dari Pengadilan Negeri.

Kegiatan pemusnahan miras itu dipimpin oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Dandim 0618/Berdiri Sendiri (BS) Kota Bandung Letkol Inf M Herry Subagyo, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung AKBP Yeni Siti Saodah, serta pejabat instansi terkait lainnya. [yud]


Komentar Pembaca