Momen Lebaran Jadi Ajang Rekonsiliasi Antara Prabowo Dan Jokowi

Politik  SABTU, 01 JUNI 2019 , 10:25:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Momen Lebaran Jadi Ajang Rekonsiliasi Antara Prabowo Dan Jokowi

Jokowi-Prabowo/Net

RMOLJabar. Rumah Jokowi (RJ) mendukung penuh pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, sebagai langkah rekonsiliasi.

Begitu dikatakan, Ketua RJ Yongki Jonacta Yani, di Jakarta, Jumat (31/5).

"Kata Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) bisa terjadi setelah Lebaran. Insya Allah terwujud," ucap Yongki.

Yongki berkeyakinan, pertemuan Jokowi-Prabowo akan meredakan suhu politik pasca Pemilu 2019 yang masih panas.

"Kenegarawanan elit politik harus dibuktikan dengan melakukan pertemuan, lalu ditindaklanjuti dengan rekonsiliasi," imbuhnya, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

"Jika menolak rekonsiliasi, rakyat akan mencatat dengan tinta hitam dalam sejarah sikap elit politik tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Sekjen RJ Omar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk rekonsiliasi. Hal ini harus dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara.

Menurut Omar, pasca Pemilu 2019 masyarakat hingga kini masih terpolarisasi menjadi dua. Kondisi seperti ini harus segera disudahi.

Sampai kapan kita seperti ini, harus segera disudahi dan membangun bangsa bersama-sama lagi," kata Omar Aram.

Menyinggung sengketa hasil Pemilu 2019, lanjut Omar, kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menyerahkan penyelesaiannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Ia meminta masyarakat untuk bersabar menanti keputusan MK.

"Enggak usah demo deh. Sudah disediakan salurannya. Tunggu putusan MK," ujarnya.

Ia menegaskan, peristiwa kerusuhan 21-22 Mei kemarin yang memakan korban agar tidak terulang lagi. Dia khawatir situasi yang tidak kondusif akan dimanfaatkan sekelompok orang untuk membuat Indonesia tidak nyaman.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto bisa terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Melihat situasi sekarang, bisa jadi setelah Lebaran," tuturnya.

Katanya, terbaru ini ada komunikasi melalui jalur lain. "Second track sudah dilakukan untuk melakukan pendalaman, semoga berjalan mulus," imbuh Moeldoko.

Dia katakan, komunikasi politik merupakan prioritas utama dalam upaya menyelesaikan persoalan bangsa.

Dia juga mengatakan siapa pun yang menjadi presiden nantinya milik seluruh rakyat Indonesia. [yud]


Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA