Tiket Pesawat Mahal Biang Kerok Pertumbuhan Ekonomi Tersumbat

Ekbis  KAMIS, 06 JUNI 2019 , 14:22:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Tiket Pesawat Mahal Biang Kerok Pertumbuhan Ekonomi Tersumbat

Darmin Nasution/Net

RMOLJabar. Laju pertumbuhan ekonomi terganggu akibat mahalnya tiket pesawat tujuan domestik. Fenomena tersebut berdampak langsung pada sektor pariwisata.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (5/6) kemarin.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2019, sebut Darmin, seharusnya bisa mencapai 5,1 hingga 5,2 persen. Namun, mahalnya tiket pesawat membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut hanya mentok di angkat 5,07 persen.

"Jadi pertumbuhan ekonomi bisa 5,1 persen di kuartal I kemarin. Tapi karena harga tiket tinggi, pariwisata merosot," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

"Seandainya harga tiket tidak setinggi itu, pariwisata bisa digenjot," imbuhnya.

Namun demikian, Darmin tampak kurang sepakat dengan strategi mengundang maskapai penerbangan asing sebagai solusi untuk mahalnya harga tiket. Pasalnya, maskapai dalam negeri akan semakin berat menjalankan bisnis jika ada pesaing dari luar.

Sebelumnya, solusi mengundang maskapai asing ini disuarakan salah satunya oleh Presiden Joko Widodo. Presiden menilai, mahalnya harga tiket pesawat disebabkan oleh minimnya persaingan di sektor penerbangan. [gan]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00