Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 40

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 41

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/template_header.php on line 42

Pengamat: SBY Tak Akan Tergiur Jika Ditawari Jabatan Oleh Jokowi

Politik  KAMIS, 06 JUNI 2019 , 19:01:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pengamat: SBY Tak Akan Tergiur Jika Ditawari Jabatan Oleh Jokowi

SBY-Megawati/Net

RMOLJabar. Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan tergiur dengan jabatan yang diberikan oleh Presiden Jokowi.

Analisis itu dikatakan Adi, atas  beragam spekulasi yang mulai bermunculan usai pertemuan antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Demokraat, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Salah satunya soal kemungkinan tawaran jabatan untuk SBY jika bergabung dengan koalisi Jokowi-Maruf.

"Politik itu soal seni kemungkinan, termasuk kemungkinan SBY jadi wantimpres Jokowi.Tapi sepertinya SBY tak bersedia dengan posisi," kata Adi saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Kamis (6/6).

Baginya, fokus SBY saat ini lebih terlihat ingin membesarkan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono untuk dipersiapkan di 2024 mendatang.

Terlebih saat ini Demokrat masih dalam gerbong Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"SBY lebih memilih fokus membesarkan Demokrat dan menyiapkan segala sesuatunya untuk AHY ke depan, termasuk soal menyiapkan AHY menyongsong pemilu 2024," ujarnya, seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Dengan agenda besarnya untuk AHY tersebut, jelasnya, SBY yang pernah menjabat sebagai presiden selama dua periode ini tak akan mengabaikan putra sulungnya, terlebih hanya dengan sebuah jabatan untuk kepemimpinan Jkowi.

Sebab saat ini kata Adi, AHY belum dianggap sebagai politisi besar, dimana jabatannya kini masih Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

"Saat ini AHY belum dianggap politisi besar karena posisinya hanya sebatas komandan Kogasma, masih tersubordinasi di bawah SBY," tuturnya.

"Beda ceritanya kalau estafet kepempinan Demokrat segera dimandatkan ke AHY. Saat itulah AHY akan menjadi sosok besar yang pastinya sangat diperhitungkan posisinya. Karena AHY bisa menjadi veto player Demokrat ke depan. Ini yang harus segera dipikirkan SBY ke depan dari sekadar Wantimpres," tandasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00