Besok, Wiranto Beberkan BAP Kerusuhan 21-22 Mei

Politik  SENIN, 10 JUNI 2019 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Besok, Wiranto Beberkan BAP Kerusuhan 21-22 Mei

Wiranto/Net

RMOLJabar. Jumpa pers hasil dari Rapat Tingkat Menteri  bertajuk "Perkembangan Situasi Bidang Polhukam" batal dilakukan hari ini. Rencananya jumpa pers tersebut akan dilangsungkan esok hari, Selasa (11/6).

Dilansir Kantor Berita RMOL, rapat tersebut telah dilaksanakan pada hari ini, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jalan Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat, Senin (10/6).

Sebelumnya wartawan menunggu konferensi pers dari hasil rapat tersebur sejak pukul 09.30 WIB pagi. Namun Menkopolhukam Wiranto memutuskan untuk membatalkan pada pukul 13.41 WIB, dan akan diselenggarakan pada esok hari.

Jumpa pers itu disebut  akan memaparkan persiapan pengamanan sidang MK, kemudian proses hukum Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari orang-orang yang diduga melanggar hukum pasca pemilu, termasuk kerusuhan pada 21-22 Mei.
 
"Kemudian tadi juga kita ingin supaya adanya satu penjelasan secara detail mengenai tokoh-tokoh yang ditangkap. Apa sebabnya, alasannya apa. Besok itu akan lengkap disampaikan ke publik. Jadi bukan informasi lagi, tapi berita acara pemeriksaannya ya," ungkap Wiranto.

Pada sesi ini, seorang wartawan menanyakankan terkait dengan Fauka Noor Farid yang diduga sebagai dalang dibalik kerusuhan 21-22 Mei, serta petisi soal kewarganegaraan Habib Rizieq. Namun Wiranto tampak enggan angkat bicara terkait dua hal tersebut.

"Jadi, jangan khawatir nanti kita jelaskan ke publik. Supaya apa? Supaya tidak ada kesimpangsiuran, begitu" ujar Wiranto.

"Nama Fauka Noor Farid akan dibahas juga?" tanya salah seorang Wartawan.

"Itu kan, besok, besok silahkan tanyakan kepada tim yang akan menjelaskan besok," tandasnya.

Rapat Tingkat Menteri itu sendiri dihadiri Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, dan lainnya. [jar]


Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA