Di Mata Rektor Ibnu Chaldun, Kivlan Zen Cuma Purnawirawan Jenderal Anti Komunis

Politik  RABU, 12 JUNI 2019 , 11:45:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Di Mata Rektor Ibnu Chaldun, Kivlan Zen Cuma Purnawirawan Jenderal Anti Komunis

Kivlan Zen/Net

RMOLJabar. Rektor Universitas Ibdu Chaldun, Musni Umar sangsi dengan kabar keterlibatan Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen dalam kasus dugaan makar.

Terbaru, Selasa (11/6) kemarin, polisi mengumumkan bahwa Kivlan Zen mendapat sejumlah uang dari aktivis Habil Marati untuk membeli senjata api. Pembelian ini diduga terkait dengan upaya pembunuhan empat tokoh nasional.

Musni dan publik lainnya tidak serta merta percaya dengan pernyataan polisi yang disampaikan di Gedung Kemenko Polhukam tersebut.

"Mayjen TNI Purn Kivlan Zen, teman baik walau jarang bertemu. Saya tidak percaya dia mau bunuh para pejabat dan melakukan makar," tanyanya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Rabu (12/6).

Dia menjelaskan bahwa Kivlan tidak memiliki instrumen yang cukup untuk melakukan makar. Sebab, Kivlan tidak memiliki kekuasaan, juga tidak memiliki banyak uang karena bukan berstatus sebagai pengusaha.

"(Dia juga) bukan pimpinan ormas," sambungnya.

Di mata Musni Umar, Kivlan merupakan sosok seorang prajurit yang memiliki idealisme yang tinggi pada bangsanya.

"Hanya jenderal purnawirawan yang idealis, cinta negerinya dan anti komunis," pungkasnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL. [gan]

Komentar Pembaca