Pesan Ridwan Kamil Untuk Bupati Bekasi: Kekuasaan Adalah Ujian Bukan Rezeki

Pemerintahan  RABU, 12 JUNI 2019 , 12:25:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Pesan Ridwan Kamil Untuk Bupati Bekasi: Kekuasaan Adalah Ujian Bukan Rezeki

Pelantikan Bupati Bekasi/RMOLJabar

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, resmi melantik Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi, menggantikan sisa jabatan Neneng Hasanah Yasin untuk periode 2019-2022, di Gedung Sate, Kota Bandung.

Ditemui usai pelantikan, Ridwan Kamil menyampaikan selamat bekerja dan berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Bekasi karena telah melayani warga dengan sepenuh hati, dan profesionalisme.

"Ini adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh warga Kabupaten Bekasi, setelah keputusan pengadilan selesai terhadap Bupati Bekasi terdahulu yakni Bu Neneng. Maka secara peraturan perundangan-undangan Pak Eka Surpria Atmaja sebagai Wabup Bekasi atas surat Keputusan Mendagri resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi hari ini," ucap Emil, sapaan akrabnya, Rabu (12/6).

Lebih lanjut, Emil mengingatkan, bahwa akan banyak investasi di Bekasi di masa depan.

"ASN harus posisikan diri sebagai pelayan masyarakat. Ibaratnya menawarkan menu makanan, ngelap meja, melayani masyarakat. Kalau mau kaya raya, jangan jadi ASN, jualan online saja sekarang mah gampang," katanya.

Selain itu, berkaca dari kasus Meikarta yang menjerat sejumlah ASN termasuk kepala daerah di Kabupaten Bekasi, Emil kembali menekankan pentingnya integritas.

"Nasihat saya untuk Eka Supria Atmaja ialah bahwa kekuasaan adalah ujian, bukan rezeki. Kenapa disebut ujian karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya lulus dalam ujian," tegasnya.

Dirinya menjelaskan, syarat untuk lulus ujian tersebut ada tiga yaitu menjaga integritas. Serta jangan sampai kasus korupsi di Kabupaten Bekasi terjadi kembali karena proyek infrastruktur dan sektor industri di wilayah ini banyak.

"Sehingga godaan dari pihak ketiga ini banyak sekali, maka kalau benteng integritasnya patah maka akan repot ya. Saya mendoakan sekali jangan sampai jatuh dua kali," ungkapnya.

Syarat kedua, lanjut Emil, adalah melayani rakyat bukan mau dilayani rakyat. Karena sejumlah masalah seperti angka pengangguran masih tinggi.

"Itu harus jadi perhatian dengan semangat melayani dari Pak Bupati yang baru," ujarnya.

Syarat yang ketiga, ialah profesionalisme terlebih perkembangan industri 4.0 akan banyak terjadi di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, untuk mengisi kekosongan jabatan, pihaknya akan menggelar musyawarah penunjukan wakil bupati. Karenanya, Emil meminta kepada berbagai pihak untuk melaksanakan proses tersebut dengan baik, tanpa kegaduhan yang sampai mencuat di media sosial.

"Mari kita tunjukkan sila keempat Pancasila bahwa sila ini jadi pegangan dari menentukan keputusan, termasuk masalah politik dan kekuasaan," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca