Tradisi Grebek Syawal Keraton Kanoman, Warga Cirebon Serbu Makam Sunan Gunungjati

Ragam  RABU, 12 JUNI 2019 , 22:01:00 WIB | LAPORAN: NAJMUDIEN M HABIBIE

Tradisi Grebek Syawal Keraton Kanoman, Warga Cirebon Serbu Makam Sunan Gunungjati

Tradisi Grebek Syawal Keraton Kanoman Kabupaten Cirebon/RMOLJabar

RMOLJabar. Sejak pagi warga Cirebon dan sekitarnya berbondong-bondong mengunjungi kompleks pemakaman Sunan Gunungjati Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon menjadi salah satu alasan warga untuk hadir ke makam Sunan Gunungjati.

Dalam tradisi tersebut, keluarga Keraton Kanoman Cirebon ziarah ke makam Sunan Gunungjati. Usai berziarah, keluarga Keraton Kanoman Cirebon langsung menemui warga peziarah untuk melaksanakan tradisi surak atau saweran.

Juru bicara Kesultanan Kanomanan Cirebon Raja Ratu Arimbi mengatakan, Grebeg Syawal adalah tradisi yang sudah ada sejak berabad-abad silam. Menurutnya, tradisi tersebut salah satu bentuk pengakuan terhadap silsilah para leluhur.

"Esensi ritual ini adalah ziarah kubur atau nyekar ke makam leluhur. Ini merupakan tradisi tahunan, sebagai rasa syukur atas karunia Allah," ujarnya.

Karena tradisi Grebeg Syawal ini  sudah rutin dilakukan setiap di bulan Syawal. Maksud dari ini semua sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas karunianya, sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa selama bulan ramadhan dan puasa sunah 6 hari (puasa syawalan).

"Prosesi ritual ini, dijadikan media pertemuan atau silaturahmi dan mengukuhkan persaudaraan antar umat islam (ukhuwah islamiyah-basyariyah) antara Sultan dengan masyarakat luas yang berziarah di makam kanjeng Sunan Gunung Jati," tandasnya.

"Rangkaian prosesi grebeg syawal dalam banyak sisi telah mengekspresikan khazanah kebudayaan Islam Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari identitas masyarakat Indonesia khususnya Cirebon," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca