Jurus Rizal Ramli Saat Tolak Maskapai Asing Masuk

Politik  KAMIS, 13 JUNI 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Jurus Rizal Ramli Saat Tolak Maskapai Asing Masuk

Rizal Ramli/net

RMOLJabar. Sama seperti saat ini, jaman Presiden Abdurrahman Wahid, harga tiket pesawat sempat mahal dan jumlah penumpang pesawat mengalami penurunan drastis hingga 60 persen.

Mengatasi masalah tersebut, Presiden Jokowi memberi solusi dengan cara mengundang maskapai asing beroperasi di penerbangan domestik. Jokowi berharap kebijakan itu bisa menekan harga tiket.

Sadar dampak buruk dari kebijakan tersebut, ekonom senior DR Rizal Ramli tegas menolak solusi yang berbahaya tersebut. Menurutnya, saat jadi Menko di periode Gusdur dia punya solusi yang lebih baik tanpa membawa resiko di kemudian hari.

"Kami tidak ingin itu terjadi. Sebab, kalau itu dilakukan maskapai domestik dan pasar domestik bisa dikuasai asing. Di manapun, mau di Amerika, Jepang, Austalia, airline domestik khusus untuk dalam negeri, bukan untuk asing," tegasnya dalam sebuah wawancara di TV One, beberapa waktu lalu.

Menurut Kantor Berita Politik RMOL, Rizal Ramli yang dikenal dengan pemikirannya yang out of the box mengeluarkan jurus jitu, yaitu dengan memberikan izin kepada enam maskapai baru lokal untuk melayani penerbangan domestik.

Alhasil, keenam maskapai itu berkompetisi dalam memberi pelayanan penerbangan. Baik itu melalui pelayanan, kenyamanan, hingga kompetisi harga.

"Sehingga biaya per km per penumpang drop 60 persen. Total penumpang penumpang tahun 2000 dibanding dengan saat itu jadi naik tujuh kali lipat," terangnya.

"Airport kita sibuk kayak terminal bus," sambung mantan Menko Kemaritiman itu.

Kepada pemerintahan yang sekarang, pria yang akrab disapa RR itu berpesan bahwa solusi instan mendatangkan maskapai asing memang bisa dengan cepat menurunkan harga tiket pesawat.

Tapi hal ini akan berbahaya karena di kemudian hari asing akan berkuasa atas penerbangan tanah air dan harga akan kembali naik.

"Dan dalam proses manfaat ekonomis dari kegiatan airline ini, Indonesia nggak bakal dapat, padahal banyak cara yang lain," pungkasnya.[son]

Komentar Pembaca