Maskapai Penerbangan Ekspansi Pakai Utang, Tiket Pesawat Pun Meroket

Ekbis  KAMIS, 13 JUNI 2019 , 12:36:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Maskapai Penerbangan Ekspansi Pakai Utang, Tiket Pesawat Pun Meroket

Rizal Ramli/net

RMOLJabar. Harga tiket pesawat mahal bukan tanpa sebab, kebijakan yang salah oleh maskapai penerbangan biang keladinya.

Menurut Kantor Berita Politik RMOL, Ekonom senior DR Rizal tuding dua maskapai penerbangan terbesar di Inonesia sembrono dalam melakukan ekspansi, tanpa diimbangi dengan perhitungan matang. Maksud pria yang akrab disapa RR itu adalah pembelian pesawat hingga ratusan unit yang dilakukan Garuda dan Lion Grup dengan sistem pembayaran utang.

Dia mencatat Lion telah beli 400 pesawat lebih dan Garuda sekitar 200-an dengan utang yang sangat besar.

"Akibatnya leverage ketinggian, ini mengakibatkan mereka kesulitan cash flow atau arus kas," terangnya dalam talkshow di TV One beberapa waktu lalu.

Sebagai solusi, RR meminta kedua maskapai itu untuk melakukan restrukturisasi utang untuk bisa mempertahankan sumber daya yang ada.

"Kedua, pemerintah kira-kira internal rate of return dalam airlines bisnis 11 persen dalam dolar AS, baru bicara harga," terangnya.

Selanjutnya, mantan Menko Kemaritiman itu meminta agar bahan bakar pesawat, avtur dibiki kompetitif.

Selain itu, Rizal Ramli juga mencontohkan cara dirinya saat mengatasi masalah harga tiket pesawat mahal di era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat menjadi Menko Ekuin RR menggratiskan tarif sparepart dan komponen pesawat sehingga bisa menurunkan harga tiket pesawat.[son]



Komentar Pembaca