Gugatan WPLH Ditolak PTTUN Jakarta

Hukum  KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:49:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Gugatan WPLH Ditolak PTTUN Jakarta

Widi Nugroho Sahib/RMOLJabar

RMOLJabar. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta dalam amar putusannya menolak seluruh gugatan LSM Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH) yang dipimpin Teddy M Hartawan sebagai pihak Penggugat tertanggal 31 Mei 2019.

Sebelumnya, Majelis Hakim PTTUN Jakarta dalam amar putusannya juga menolak gugatan LSM WPLH untuk pembatalan SK Menteri LHK No. 147 Tahun 2018. Artinya SK yang diberikan kepada PT South Pacific Viscose (SPV) tersebut berlaku sebagaimana mestinya dan sah secara hukum.

Dalam amar putusannya itu, Majelis Hakim PTTUN Jakarta menerima eksepsi yang diajukan oleh pihak tergugat atau terbanding Pertama yaitu Menteri LHK Republik Indonesia dan Tergugat Kedua Intervensi yaitu PT South Pacific Viscose (SPV).

Bahwa gugatan yang diajukan tidak mempunyai kedudukan hukum (legal standing) sehingga gugatan LSM WPLH sebagai Penggugat atau Pembanding ditolak seluruhnya oleh Majelis Hakim PTTUN Jakarta.

Head of Corporate Affairs PT SPV Widi Nugroho Sahib mengatakan, pihaknya menerima keputusan Majelis Hakim PTTUN Jakarta.

"SPV sebagai produsen serat alami berbahan dasar dari kayu terbesar di Asia Tenggara dan merupakan investasi Lenzing Group dari negara Austria menghormati dan mengapresiasi hukum di Indonesia,” ujarnya kepada awak media, Kamis (13/6).

Hal ini, sambungnya, menunjukkan supremasi hukum sebagai pedoman investor asing di negara ini tidak perlu diragukan lagi.

"SPV yang telah ada di Indonesia selama 35 tahun lebih ini, akan terus konsisten menerapkan kegiatan produksi dan pengolahan limbah sesuai standard regulasi yang ditetapkan pemerintah serta mendukung sustainability development program,” kata Widi.

Pasalnya, sambung Widi, sebagai perusahaan yang mendapat Proper Biru, PT SPV juga telah berkontribusi aktif dalam program Citarum Harum. Yakni, melalui kegiatan seperti penanaman Pohon Trembesi dan berbagai jenis pohon buah di tepi Sungai Citarum.

"Ada pula pengerukan lumpur yang menjadi sedimen di tepi Sungai Citarum, serta revitalisasi lahan negara dari tempat pembuangan sampah warga menjadi kebun pohon buah-buahan," ucapnya.

PT SPV juga, kata dia, melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Eco Village berupa pengelolaan sampah rumah tangga (Bank Sampah Mandiri) dan pertanian sayur hidroponik di Kampung Ciasem dan Ciroyom.

"Termasuk pembuatan Biogas untuk energi terbarukan bagi warga desa, sehingga ke depannya diharapkan dapat meraih predikat Proper Hijau," kata Widi. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA