KABUPATEN BANDUNG BARAT

Pemdes Cikole Protes Orchid Forest

Peristiwa  KAMIS, 13 JUNI 2019 , 23:51:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Pemdes Cikole Protes Orchid Forest

Orchid Forest/Net

RMOLJabar. Pemerintah Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berharap pagelaran musik Lalala Festival ke-3 melakukan evaluasi jika akan kembali menggelar di obyek wisata Orchid Forest.

Kepala Desa Cikole Jajang Ruhiat mengatakan, dua kali gelaran Lalala Festival kerap membawa dampak negatif untuk warga Desa Cikole.

"Dampak negatifnya adalah kemacetan lalu lintas dan banyaknya sampah yang dihasilkan. Kondisi di lapangan begitu padat dan lalu lintas di wilayah Lembang macet sekali,” kata Jajang, Kamis (13/6).

Jajang mengatakan, kemacetan panjang yang ditimbulkan oleh gelaran Lalala Festival menimbulkan banyak kerugian untuk warga Cikole yang kebanyakan menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan pariwisata. Kemacetan dipastikan mengganggu distribusi sayur mayur daerah di luar Lembang.

"Ini kan tempat wisata, tapi bagaimana pun kita harus menjadikan tempat wisata ini orang datang membawa kesan yang bagus dan nyaman,” bebernya.

Selain itu, Jajang juga meminta kepada pihak Perhutani, Orchid Forest, serta penyelenggara Lalala Festival untuk mengkaji ulang Perjanjian Kerjasama (PKS) Temporer dengan pihak Desa Cikole yang dinilai mengabaikan warga Cikole.

"Dalam PKS temporer desa tidak dilibatkan. Artinya ketika tidak dilibatkan kita tidak tahu menahu tentang acara itu bentuknya seperti apa tapi sifatnya hanya tembusan dari Perhutani untuk rekomendasi dari desa. Tapi setelah itu lepas,” bebernya.

Bagaimanapun juga, kata Jajang, sebagai pemangku hutan desa seluas 680 hektare masuk desa Cikole seharusnya pemdes dilibatkan dalam perjanjian PKS temporer.

"Kami tidak dilibatkan karena jelas di 680 hektare ini adalah kewenangan kami secara teritorial. Jadi segala bentuk kegiatan apapun yang dilakukan Orchid Forest dan Perhutani kami harus mengetahui,” ujarnya.

Jajang juga mengeluhkan warga desa Cikole yang tidak mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan Lalala Festival.

"Hasil masukan masyarakat Desa Cikole, warga kurang terberdayakan," jelasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA