Perbaikan Jawaban Gugatan Pilpres Minta Diundur Cermin Kinerja KPU Buruk

Politik  SABTU, 15 JUNI 2019 , 03:56:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Perbaikan Jawaban Gugatan Pilpres Minta Diundur Cermin Kinerja KPU Buruk

Fahri Hamzah/Net

RMOLJabar. Sikap pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berani meminta perpanjangan waktu perbaikan jawaban dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) bikin Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah terheran-heran.

Sikap itu diungkapkan Fahri melalui akun Facebooknya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (15/6).

"Tidak disangka melihat pihak terkait/termohon (KPU) Ketua KPU Arief Budiman ketika berargumen meminta waktu perbaikan karena tidak mampu mendatangkan anggota saksi KPU dari Surabaya pada Senin esok dengan alasan tiket pesawat susah didapat pada Sabtu-Minggu," kata Fahri.

Pernyataan orang nomor satu di lembaga penyelenggara pemilu itu dinilai Fahri mencerminkan buruknya kinerja KPU dalam mengawal pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Di sini saya jadi ngeri sekali terhadap KPU. Tampak tidak profesional dan ketakutan/tidak kredibel," sambungnya.

Bukan tanpa alasan, sikap KPU tersebut bukan kali pertama terjadi. Pada pengumuman hasil Pilpres 2019, kata Fahri, profesionalitas KPU juga dipertanyakan saat memajukan jadwal pengumuman Pilpres yang sebelumnya sudah disepakati.

"Bagaimana suara kita yang sudah kita serahkan kepada KPU. Di mana waktu pengumuman Pilpres 2019 harusnya tanggal 22 Mei, tapi diubah tanpa pemberitahuan umum kepada seluruh pihak. Tapi diputuskan sendiri jadi tanggal 21 Mei," jelasnya.

"Sekarang rakyat menjadi semakin tahu bagaimana kualitas KPU Pusat," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00