Cium Banyak Tekanan, BPN Minta Saksi Dilindungi

Politik  SABTU, 15 JUNI 2019 , 04:45:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Cium Banyak Tekanan, BPN Minta Saksi Dilindungi

Sudirman Said/Net

RMOLJabar. Perlindungan hukum terhadap saksi persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi dinilai perlu. Pasalnya, mereka telah bersedia menempuh risiko sehingga perlu dilindungi sebaik-baiknya.

Hal itu dikatakan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

"Kami akan mintakan perlindungan supaya proses ini berjalan sebaik-baiknya," kata Sudirman seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Bukan tanpa alasan, perlindungan tersebut dinilai perlu mengingat berdasarkan pengalamannya saat Pilkada Jawa tengah 2018 silam, banyak saksi yang enggan memberikan kesaksian lantaran mendapat berbagai tekanan.

Pun demikian dengan saksi yang hendak dihadirkan dalam sidang MK ke depan. Ia meyakini saksi sengketa Pemilu juga tak kalah mendapat tekanan dari berbagai pihak.

"Selalu saja saksi sengketa pemilu itu alami potensi tekanan, potensi hambatan," lanjutnya.

BPN menilai, beberapa lembaga bisa saja dilibatkan guna mengakomodir kekhawatiran ini. Salah satu yang bisa turut berperan adalah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"LPSK bisa ambil alih permintaan dari kuasa hukum kami karena banyak kasus apalagi ini high case dalam konteks politik, ada tekanan dan macem-macem yang mungkin bisa terjadi. Kekhawatiran saksi wajar dan kepentingan kuasa hukum (adalah) memastikan saksi kami tetap nyaman bersaksi, karena itu kita butuh supporting sistem untuk saksi dari negara," imbuh Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. [gan]


Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00