Pintu Gerbang Masuk Karawang Kumuh

Ragam  MINGGU, 16 JUNI 2019 , 19:53:00 WIB | LAPORAN: NURJAYA BACHTIAR

Pintu Gerbang Masuk Karawang Kumuh

Pintu Gerbang Masuk Karawang/Net

RMOLJabar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang yang mencapai Rp4 Triliun, nyatanya belum mampu mengubah Karawang sebagai daerah yang cantik dan carpernik.

Pintu Gerbang Karawang, yaitu daerah perbatasan administrasi Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi, ruang publik nampak kumuh lantaran dijadikan tempat berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Salah satunya terminal Tanjungpura lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Sepanjang trotoar di Terminal Tanjungpura, puluhan bangunan PKL berdiri.

Ada yang berjualan nasi dan lauk pauknya, rokok, kopi dan mie instan, bensin eceran, tambal ban, mie ayam, bakso dan ada juga es kelapa. Para PKL itu mendirikan lapak bangunan tepat di atas trotoar. Para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan.

"Agak heran juga sih, berdagang di atas trotoar namun didiamkan saja oleh pemerintah. Kami para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan, takut juga sih terserempet atau bahkan tertabrak kendaraan. Ya, saya punya hak selaku pejalan kaki dirampas PKL, dan Pemerintah  Kabupaten Karawang hanya diam dengan kondisi tersebut, dan ini sudah terjadi cukup lama,"  ungkap warga pejalan kaki, Dede (25) kepada RMOLJabar,  Minggu (16/6).

Menurut  Dede, selain merampas hak pejalan kaki, para PKL mendirikan tenda dan bangunan di atas trotoar dengan material bangunan yang tidak layak, yaitu bambu dan terpal.

Sehingga, kesan kumuh langsung muncul dibenak warga yang melihat kondisi tersebut. Kesan kumuh kian terasa saat melihat papan nama Terminal Tanjungpura, yang tertutup tenda dan bangunan PKL.

"Kami sadar betul, ini adalah etalasenya Karawang, seharusnya indah dan tertata rapih. Kami sudah membuat konsep, trotoar ini menjadi ruang publik yang nyaman. Ada kursi taman, ornamen lampu, dan tanaman hias. Alokasi anggaran sudah dilakukan, bahkan sudah dua kali dilakukan pelaksanaan pembangunan taman. Namun pembangunan itu ditolak PKL," jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Karawang, Novi Gunawan mengatakan bahwa PKL menolak untuk ditertibkan dan dipindahkan di atas trotoar.

Pihaknya berharap, para PKL menyadari tuntutan masyarakat yang menginginkan sarana publik yang nyaman dan tertata rapih. Untuk itu, para KPL diminta agar berpindah. Sehingga pembangunan taman dapat dilaksanakan.

Novi meminta, agar pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari para PKL yang berjualan di atas trotoar.

"Agar mendukung program pemerintah dalam mempercantik Karawang," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA