INDEF: Pemerintah Restui Kebangkitan Kartel Monopoli Industri Penerbangan

Ekbis  SENIN, 17 JUNI 2019 , 06:17:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

INDEF: Pemerintah Restui Kebangkitan Kartel Monopoli Industri Penerbangan

Net

RMOLJabar. Mekanisme harga tiket pesawat yang disinkronisasi secara duopoli oleh pelaku usaha aviasi menandakan bangkitnya kartel monopoli di Indonesia.

Dilansir Kantor Berita RMOL, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J.Rachbini mengatakan, kebijakan dan pengelolaan industri penerbangan di Indonesia sebenarnya sudah baik dalam dua dekade terakhir.

Persaingan sehat di antara pelaku industri penerbangan, imbuhnya terjadi sejak tahun 2000. Namun, ia menyebut hal itu memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

"Sekarang indikasi penyakit kartel monopoli kumat kembali seperti terlihat dari menkanisme harga harga yang disinkronisasi secara duopoli oleh pelaku usaha," ujar Didik melalui Diskusi Online INDEF (DOI) bertajuk "Mimpi Tiket Penerbangan Murah: Perlukah Maskapai Asing Menjadi Solusi", Minggu (16/6).

Lanjut dia, sebelum tahun 2000 industri penerbangan melakukan praktek kartel yang menyebabkan harga tiketnya mahal.

"Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melarang kartel, dan pelaku penerbangan melakukan persaingan sehingga setelah tahun 2000 sampai 2018, industri ini bersaing ketat dan harga tiket bersaing dan murah," tuturnya.

Kemudian kata Didik, setelah 2018, harga tiket menjadi mahal kembali. Dengan pelaku usaha yang duopoli, terjadi indikasi praktek kartel dan parahnya, terkesan ada pembiaran sehingga harga tiket mahal kembali.

"Tetapi sekarang kembali lagi ke periode sebelum tahun 2000, di mana praktek kartel berjalan justru didukung penuh dan diridhoi oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan," tuturnya.

Dengan ini, solusi masuknya maskapai asing dalam membantu rute domestik Indonesia tidak akan menyelesaikan masalah tingginya harga tiket.

"Kembali lagi ke pertanyaan dasar. Jadi apa masalahnya? Masalahnya adalah praktek monopoli kartel tersebut, sehingga jika mengundang maskapai asing juga tidak akan menyelesaikan masalah," tandasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad