Jawa Barat

Teknis Pendaftaran PPDB Tak Dipahami, Antrian Pendaftar Ke SMAN 2 Bandung Mengular

Peristiwa  SENIN, 17 JUNI 2019 , 13:57:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Teknis Pendaftaran PPDB Tak Dipahami, Antrian Pendaftar Ke SMAN 2 Bandung Mengular

Antrian Pendaftar PPDB di SMAN 2 Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Penerimaa Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA-SMK di kota Bandung sudah dibuka, senin (17/6). Berdasarkan pantauan RMOLJabar, di SMA Negeri 2 Bandung, sebelum dibuka pendaftaran pun pada pukul 06:30 WIB, antrean pendaftar sudah mengular hingga ke luar gerbang.

Ketua Panitia PPDB SMAN 2 Bandung, Fredi Trisianly mengatakan untuk mengantisipasi antrean yang semakin mengular hingga ke jalan raya, terpaksa pihaknya membuka ruang informasi agar orang tua calon perserta didik dapat masuk terlebih dahulu di area sekolah.

"Karena antrian dari jam 4 pagi, ruang informasi dari jam setengah tujuh sudah dibuka, ucapnya, SMAN 2 Bandung, Jalan Cihampelas, Kota Bandung.

Fredi menjelaskan, alur pendaftaran PPDB di SMAN 2 Bandung ada tiga tahapan, pertama orang tua calon perserta didik di haruskan masuk ruang informasi terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan berkas jalur pilihan yang akan digunakan dalam pendaftaran.

Setelah melakukan pengecekan berkas orang tua akan diarahkan ke ruang penentuan titik kordinat zonasi, selanjutnya baru melakukan pendaftaran dan mendapatkan nomor urut pendaftaran.

"Dari ruang informasi ke ruang pemberkasan, setelah itu baru penentuan titik koordinat, baru dapat nomor urut," ucapnya.

Fredi mengungkapkan, penyebab mengularnya antrian pada PPDB tahun ini, dikarenakan tidak sedikit orang tua siswa yang salah menerjemahkan petunjuk teknis (juknis) online PPDB 2019 terkait nomor urut menentukan penerimaan peserta didik. Menurutnya, nomor urut tidak terlalu berpengaruh terhadap penerimaan peserta didik.

"Persepsi masyarakat di juknis online itu yang menyesatkan akhirnya, jadi disitu dikatakan nomor urut yang duluan itu yang duluan diterima, itu yang salah, jadi masyarakat membacanya sekilas saja," papar Fredi.

"Bahwa nomor urut itu menentukan diterima atau tidaknya kalau nomor urut itu berada di batas limit. Misalkan zonasi murni diterimanya 200 orang, ternyata 200 orang itu ada yang sama jaraknya, baru diliat nomor urutnya, kalau ternyata nomor urutnya juga sama di hari senin, kita lihat usia peserta didiknya, yang tua di dahulukan," sambungnya.

Oleh karena itu, Fredi menambahkan untuk mengantisipasi kepadatan di ruang informasi pihaknya akan melakukan pembagian formulir di halaman sekolah. Selain itu, masyarakat bisa langsung menanyakan perihal teknis PPDB di halaman sekolah.

"Besok kita akan rubah formatnya. Besok formulir kita akan bagikan duluan diluar, jadi mereka ngisi langsung. Jadi yang bertanya oleh personal saja ga usah didalam ruangan, format biru, merah, kuning semuanya ada disana, panitia akan diluar nanti mejelaskan," ujar Fredi.

Saat disinggung hanya memindahkan kepadatan dengan membagi formulir di halaman sekolah, Fredi menuturkan justru hal tersebut menurutnya akan mengurai kepadatan di dalam area sekolah.

"Justru kita mempermudah mereka, jadi ketika mereka sudah dapat format, mau daftar hari ini atau besok atau besokya lagi itu terserah mereka karena mereka tau dari panitia nomor urut itu tidak berpengaruh," tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua calon peserta didik, Heri Zumoksa mengatakan bahwa dirinya sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Menurutnya, sebelum pukul delapan orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya sudah menunggu di depan gerbang sekolah.

"Tadi bisa masuk (gerbang) jam 8, ini udah 9.30 baru segini di tengah (dari pintu registrasi) Dua jam belum dapat masuk," pungkasnya.[son]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar