Hui Culture Park

Sudut Pandang  SELASA, 18 JUNI 2019 , 08:49:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Hui Culture Park

Hui Culture Park/Net

KETUA PITI, Dr. Ipong Hembing Putra berbaik hati berbagi berita tentang tahap akhir pembangunan Hui Culture Park di Republik Rakyat China.

Jembatan Kebudayaan

Sementara pemerintah Nusa Tenggara Barat mendirikan kawasan Islamic Centre di Kelurahan Selaparang, Kota Mataram, maka pemerintah RRChina mendirikan Hui Culture Park di Yinchuan, ibukota Ningxia Hui Autonomous Region China.

Tahun 2020 merupakan tahun terakhir pembangunan Hui Culture Park. Dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 67 hektar di Yinchuan, Ningxia China, Hui Culture Park didesain khusus sebagai Jembatan Kebudayaan China dan Arab” (Sino Arabic Cultural Bridge) sehingga di sana dapat banyak ditemui tulisan transliterasi China ke tulisan Arab.

Hui Culture Park dibangun dengan biaya 3,5 miliar dolar AS (sekitar 45 triliun rupiah). Hui merupakan nama sekelompok etnis muslim di China yang tinggal di sisi barat utara China dan menjadi etnis yang mampu melakukan akulturasi antara Islam dan budaya China.

Di zaman Soekarno, ada seorang tokoh Hui bernama Dapusheng yang sangat berjasa membangun komunikasi antara muslim China dan Indonesia.

Selain dibangun masjid-masjid dengan arsitektur gaya Taj Mahal (meski Taj Mahal bukan masjid tetapi mausoleum) dan Timur Tengah, Hui Culture Park juga dilengkapi beberapa museum, taman-taman raksasa dan berbagai fasilitas lain termasuk tempat pameran atau expo, perhotelan, pertokoan souvenir, busana muslim serta restoran halal.

Apabila ada pihak-pihak yang terus mengembangkan isu bahwa China menindas Islam, maka pemerintah RRChina mengharapkan bahwa Hui Culture Park akan membantah semua tuduhan itu.

Xin Jiang

Sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, saya prihatin atas isu sebaran pers Barat yang gigih bikin berita tentang pelanggaran HAM di Xin Jiang, China.

Saya mengharapkan pemerintah RRChina berkenan bersikap lebih terbuka terhadap dunia internasional.

Syukur Alhamdullilah, Kantor Berita RMOL 14 Juni 2019 memberitakan bahwa Utusan China di Jenewa mengharapkan Kepala Hak Asasi Manusia di PBB, Michelle Bachelet akan mengunjungi Xin Jiang dalam waktu dekat ini.

InsyaAllah, pemerintah RRChina memperkenankan perwakilan PP dan pers luar negeri datang berkunjung langsung ke kawasan Xin Jiang yang bahkan diisyukan memiliki kamp konsentrasi untuk kaum muslimin.
 
Apabila PBB dan pers Barat pembela HAM dapat tabayyun  dengan matakepala sendiri masing-masing menyaksikan fakta kenyataan di Xin Jiang maka dapat diyakini kabar hoax tentang pelanggaran HAM di China serta merta lenyap dengan sendirinya.[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan 



Komentar Pembaca
Humorologi Dalai Lama

Humorologi Dalai Lama

SELASA, 16 JULI 2019

Ofo Dai Wei

Ofo Dai Wei

SELASA, 16 JULI 2019

Jokowi Dapat Semuanya, Prabowo Berikan Seluruhnya
Alasanologi Pemindahan Ibukota

Alasanologi Pemindahan Ibukota

SENIN, 15 JULI 2019

Lamis Lambe

Lamis Lambe

SENIN, 15 JULI 2019

Embrio Kekuatan Baru

Embrio Kekuatan Baru

MINGGU, 14 JULI 2019

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00