MUI Jabar Nilai Ceramah Rahmat Baequini Sesat!

Politik  SELASA, 18 JUNI 2019 , 16:47:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

MUI Jabar Nilai Ceramah Rahmat Baequini Sesat!

Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar/RMOLJabar

RMOL. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengecam dan menilai cerahamah Rahmat Baequini tentang sejarah nama pulau-pulau di indonesia, merupakan sebuah pengaburan atau penyesatan sejarah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan, Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar saat ditemui RMOLJabar di Kantornya, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa, (18/6).

Menurutnya, ceramah Rahmat Baequini tentang nama pulau berasal dari bahasa arab tidak berdasar atau hanya asal mencocokkan saja. Selain itu, Menurutnya definisi dari sebuah sejarah yang tidak berdasar dapat menjadi satu diantara penyebab sesatnya pengetahuan umat.

"Dia (Rahmat Baequin) sepertinya memakai metode kirata, kirata itu kan kira-kira nyata atau cocoklogi ya di cocok-cocok untuk agar bisa menjadi ideologi," ucap Rafani.

"Nah ini jelas nggak bisa ya, mendefinisikan sesuatu hanya berdasarkan kirata itu sebuah pengaburan, termasuk pengaburan sejarah nantinya, kalau melakukan pengaburan sejarah artinya kan itu penghilangan sejarah," sambungnya.

Rafani menjelaskan, agama islam masuk ke indonesia pertama kali di aceh dan mendirikan sebuah kesultanan yang dinamakan Samudra Pasai. Sementara untuk daerah indonesia lainnya masih dalam pengaruh Hindu dan Budha.

"Memang betul masuk samudra pasai, tapi sebelum Islam masuk, kita tahu ya penduduk di sini sudah beragama Hindu dan Buddha kebanyakan, maka ya pengaruh Islam itu itu datang setelah ada pengaruh Hindu, Budha, nah kemudian dia mengatakan bahwa di Papua itu tadinya pengaruh Islam, dari mana sejarahnya," ujarnya.

Selanjutnya, Rafani juga mengungkapkan jika sudah terjadi pengaburan sejarah Indonesia bukan tidak mungkin, Rahmat Baequini akan mengaburkan hal lainnya juga. Misalnya, pengaburan terhadap perjuangan para pahlawan, pendiri bangsa.

Oleh karena itu, Rafani mengharapkan ada sejarawan juga yang menjelaskan perilah tersebut. Hal tersebut harus segera dilakukan demi pengetahuan umat akan sejarah indonesia tidak sesat atau kabur.

"Jadi dengan statement dia (Rahmat Baequini) ini, saya mohon nanti para sejarawan pun bisa ikut bicara, para ahli sejarah, ya sejarah kebangsaan, sejarah negara tolonglah supaya bisa mencounter pernyataan-pernyataan itu," tutur Rafani.

"Sebab kalau dibiarkan nanti yang menerimanya kan ya orang-orang yang tidak paham, umat yang belum paham, yang saya prihatinkan nanti, tadi kalau aspek sejarah dikaburkan, eksistensi negara pun nanti akan digugat," lanjutnya.

Rafani juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan MUI Jabar berencana melakukan pemanggilan terhadap Rahmat Baequini, jika membuat pernyataaan yang dapat menimbulkan keresahan umat terus menerus.

"Ya, kalau meresahkan kita panggil," pungkas Rafani.

Perlu diketahui sebelumnya, Dalam ceramah yang beredar dalam video berdurasi lima menit, yang diunggah oleh akun CLASHER KOLESKI di Youtube, Rahmat Baequni menyebutkan arti nama-nama pulau berdasarkan persepsinya dalam bahasa Arab. Diantaranya Pulau Sumatera yang menurutnya berasal dari kata 'Asyamatiro' adengan artian mahkota.

Syamatir jadi Syumatra. Tapi karena orang Syumatra enggak bisa menyebut ‘sya’, jadi pake ‘sin’, Sumatra jadi dari kata asyamatiro, mahkota,” kata Rahmat Baequni dalam video.

Sementara itu nama Pulau Jawa, menurut Rahmat Baequni, itu berasal dari bahasa Arab Al Jawwu yang artinya tempat yang tinggi dan dingin. Sementara (pulau) Kalimantan, tanah daratan yang memiliki rawa. (Berasal dari kata) Barna’un jadi Barna’u, Borneo. [jar]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00