Berbasis Proper KLHK, Komitmen PT Jasa Madivest Tangani Limbah Medis

Ekbis  SELASA, 18 JUNI 2019 , 20:16:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Berbasis Proper KLHK, Komitmen PT Jasa Madivest Tangani Limbah Medis

PT Jasa Madivest/Net

RMOLJabar. PT Jasa Medivest berkomitmen menangani limbah medis dengan mengacu pada Program Penilaian Peringkat (Proper) Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejak 1995 silam.

KLHK mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungannya melalui Proper. Dari penilaian proper, perusahaan akan memperoleh citra/reputasi sesuai bagaimana pengelolaan lingkungannya.

Citra tersebut dinilai dengan warna emas, hijau, biru, merah, dan hitam. Proper emas merupakan proper terbaik, artinya perusahaan tersebut sudah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan kontinu.

Jika sebuah perusahaan mendapat dua kali warna hitam secara berturut-turut, perusahaan tersebut bisa dituntut dan usaha akan dihentikan.

"PT Jasa Medivest telah memiliki penghargaan Proper Biru selama tiga tahun berturut-turut, mulai 2013 hingga 2015," ujar Direktur PT Jasa Sarana
Dyah SH Wahjusari, kepada RMOLJabar, di Bandung, Selasa (18/6).

Sebagai anak perusahaan PT Jasa Sarana sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar yang bergerak dalam lingkup bisnis pengembangan kawasan, PT Jasa Medivest menjadi satu-satunya perusahaan pengelolaan limbah yang berfokus pada jasa pengelolaan limbah medis sejak 2009.

Selain penanganan limbah medis, BUMD PT Jasa Sarana pun ikut andil dalam pengembangan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor.

Dengan mengadopsi teknologi Mechanical Biological Treatment (MBT), TPPAS berskala besar pertama di Indonesia berkapasitas pengolahan sampah mencapai 1.650 ton/hari hingga maksimum 1.800 ton/hari itu akan mengolah dan memproses sampah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan .

"Sampah diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau lazim disebut refuse derived fuel (RDF) yang digunakan oleh industri semen. Kini, (TPPAS Lulut-Nambo) dalam progress percepatan pembangunan dan semoga dapat dioperasikan secara penuh pada pertengahan 2020," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00