Ombudsman Jabar Terima Laporan Jual Beli KK, Untuk PPDB?

Peristiwa  SELASA, 18 JUNI 2019 , 22:25:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Ombudsman Jabar Terima Laporan Jual Beli KK, Untuk PPDB?

Haneda Sri Lastoto/RMOLJabar

RMOLJabar. Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat menyatakan telah menerima laporan tentang adanya praktik jual beli dan pengaburan Kartu Keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto, saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar di Kantor Ombudsman Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (18/6).

Haneda mengungkapkan, adanya laporan praktik tersebut beriringan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menerapkan sistem zonasi.

"Kami satu dua minggu lalu sebenarnya sudah menerima laporan, adanya warga melaporkan pada kami bahwa praktik jual beli KK sudah terjadi," ucap Haneda.

Harga jual beli Kartu Keluarga terbilang mahal. Pasalnya, harga satu KK tersebut berkisar Rp2 juta hinga Rp11 juta.

"Dan harganya waktu disampaikan ke Kami sekitar 11 juta. Memang mahal," ujarnya.

Oleh karena itu, Haneda mengimbau kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap penerbitan Kartu Keluarga. Terlebih dalam memvalidasi atau menguji kebenaran akan permohonan KK tersebut.

"Sekarang kembali ke KK harus ada 6 sampai satu tahun untuk bisa menerbitkan KK. Jika Disdukcapil tidak mengeluarkan itu, selesai. Yang jadi masalah kalau permohonan itu diamini (diterbitkan) maka terjadilah praktik itu," pungkas Haneda.

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Jabar telah menerima 24 laporan terkait PPDB. [gan]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00