Atalia Praratya: Konsumsi Ikan Di Jawa Barat Harus Ditingkatkan

Pemerintahan  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 03:32:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Atalia Praratya: Konsumsi Ikan Di Jawa Barat Harus Ditingkatkan

Atalia Praratya/RMOLJabar

RMOLJabar. Ketua Umum Forum Peningkatan Makan Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, mengingatkan pentingnya mengonsumsi ikan sejak dini dalam Rakor Forikan di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung.

Atalia menilai, peningkatan konsumsi ikan berperan penting dalam Gerakan Peningkatan Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program tersebut dapat mengurangi permasalahan balita stunting (gagal tumbuh) dan kurang gizi.

"Manfaat dari makan ikan itu luar biasa, karena dari makan ikan saja bisa mengurangi dampak yang sekarang sedang marak yaitu kasus stunting, kurang gizi, juga kasus lain dan termasuk juga penyakit regeneratif," ucap Atalia, Rabu (19/6).

"Saya dan Forikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat menggelar Rakor agar lebih banyak lagi yang bersemangat menggelorakan makan ikan. Harapannya, ke depan lebih banyak lagi informasi yang kita dapatkan untuk melakukan gerakan di masyarakat," lanjutnya.

Lebih lanjut, Atalia menyatakan, konsumsi ikan per kapita di Jawa Barat harus ditingkatkan. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, target konsumsi ikan Jawa Barat adalah 29,6 kilogram/kapita/tahun.

"Sedangkan angka konsumsi masyarakat Jawa Barat baru menyentuh 26kg/kapita/tahun atau 82 gram per hari," katanya.

Menurutnya, salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Namun, pelaksanaan program Gemarikan tidak hanya menjadi tugas Forikan, tetapi juga tugas seluruh komponen institusi, lembaga, dan masyarakat, dalam rangka mempersiapkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

"Kami dari PKK Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder dan dinas terkait hadir  ke tengah masyarakat dalam program Sarling (Siaran Keliling) untuk masuk ke wilayah inti, yaitu Posyandu dan PAUD.  Ini dilakukan agar orang tua lebih memperhatikan gizi anak-anaknya dimulai dengan gemar makan ikan," jelasnya.

Selain itu, Atalia menyebut ada cara lain agar masyarakat mudah mendapatkan ikan untuk dikonsumsi, di antaranya dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan yang produktif seperti membuat kolam ikan.

Lahan tidur sendiri adalah lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Di lahan tersebut, masyarakat bisa menanam apotik hidup atau tumbuhan lain yang bermanfaat, dan minimal dapat digunakan untuk kebutuhan rumah masing-masing.

"Lahan ini bisa ditumbuhi diapotik hidup, atau kemudian dengan tumbuh-tumbuhan yang bisa menambah perekonomian masyarakat. Termasuk juga membuat kolam ikan yang bisa digunakan untuk mendekatkan ikan dengan masyarakat. Ini agar masyarakat mudah mendapatkan ikan yang akan dikonsumsi," tandasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA