Fenomena Gunung Es Kejahatan Pemilu 2019, Bambang: Hanya Sedikit Yang Terungkap

Politik  SENIN, 24 JUNI 2019 , 13:33:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Fenomena Gunung Es Kejahatan Pemilu 2019, Bambang: Hanya Sedikit Yang Terungkap

Bambang Widjojanto/net

RMOLJabar. Ketua tim kuasan hukum pasangan capres dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mengatakan bila Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 menjadi gelaran terburuk pesta akbar demokrasi sejak era reformasi.

Menurut Bambang, setidaknya ada beberapa parameter yang bisa mereka identifikasi, mengapa pemilu kali ini menjadi sangat buruk.

"Pertama, yang sudah beredar di publik adalah tidak ada pemilu di dunia ini yang menghadirkan 700 korban jiwa," ujar dia di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta,  seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/6).

Kedua, kata Bambang, temuan adanya lebih dari 400 ribu amplop yang berisi uang dimana diduga digunakan salah satu ketua tim pemenangan pasangan calon di Jawa Tengah.

"Ketiga, terungkap adanya keterlibatan penyelenggara negara aktif, massif dan sistematif, ini dilakukan oleh kepala daerah dalam sosialisasi pasangan calon petahana," jelasnya.

Selain itu, lanjut mantan pimpinan KPK ini, banyak juga rekomendasi Bawaslu yang tidak ditindaklanjuti untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) seperti di Papua dan Surabaya.

Ditambahkan Bambang, sebetulnya masih banyak kejahatan lain yang tidak terungkap. Kejahatan dalam pemilu layaknya gunung es dimana hanya muncul dan terlihat sebagian.

"Kejahatan pemilu adalah fenomena gunung es hanya sedikit yang muncul dan tertangkap," pungkasnya.[son]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA