Bacakan Replik, Jaksa Tolak Pledoi Habib Bahar Bin Smith

Hukum  SENIN, 24 JUNI 2019 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Bacakan Replik, Jaksa Tolak Pledoi Habib Bahar Bin Smith

Habib Bahar bin Smith/RMOLJabar

RMOLJabar. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bogor menolak pledoi atau nota pembelaan Habib Bahar bin Smith, dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan anak dibawah umur yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Senin, (24/6).

Dalam persidangan, JPU menilai, perbuatan Habib Bahar bin Smith merupakan sebuah tindakan pidana.

"Kami dengan tegas menolak nota pembelaan. Kami menyatakan tetap pada surat tuntutan dengan harapan majelis mempertimbangkan surat tuntutan kami," ucap Jaksa dalam repliknya.

Jaksa mengungkapkan, pleidoi yang dibacakan tim penasihat hukum Bahar keliru. Hal tersebut dikarenakan, pihaknya sudah menguraikan hal-hal yang dijadikan dasar pembelaan oleh kuasa hukum Habib Bahar bin Smith. Menurut Jaksa, tuntutan jaksa sudah seusai dengan fakta-fakta persidangan yang ada.

Jaksa menegaskan, pihaknya telah menguraikan perbuatan yang dilakukan Habib Bahar bin Smith saat menganiaya dua remaja yang menjadi korban yaitu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

"Saksi korban sudah membenarkan keterangan yang sudah disampaikan di BAP (berita acara pemeriksaan) penyidik. Hal itu oleh saksi korban terungkap di persidangan. Fakta itu sudah kami tuangkan di analisa yuridis. Sehingga keliru kalau mengatakan fakta hukum yang disampaikan tidak sesuai," tegas Jaksa.

Selanjutnya, Jaksa menambahkan, terkait usia korban Zaki yang dianggap sudah dewasa, pihaknya mengacu pada Pasal 1 angka (1) Undang-undang 35 tentang perlindungan anak. Di mana dalam ayat tersebut tertuang batas usia anak 18 tahun.

"Bahwa apabila tim penasihat hukum berpendapat tidak ada bukti formil akta kelahiran itu tidak beralasan. Bukti surat kartu keluarga yang disampaikan Disdukcapil bahwa korban lahir 13 Desember 2001 dan kejadian 1 Desember 2018. Sesuai pendapat ahli, setelah pengecekan SIAK (Sistem Informssi Administrasi Kependudukan) didapat saksi korban Zaki adalah anak dan belum mencapai 18 tahun," pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Habib Bahar bin Smith hukuman 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Bahar terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Selain itu, Jaksa juga menuntut Bahar hukuman denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayar, diganti kurungan 3 bulan penjara.[son]



Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA