Ramalan RR Terbukti, Kebijakan Austerity Sri Mulyani Bikin Ekonomi Rontok

Politik  SELASA, 25 JUNI 2019 , 04:39:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ramalan RR Terbukti, Kebijakan <i>Austerity</i> Sri Mulyani Bikin Ekonomi Rontok

Sri Mulyani/Net

RMOLJabar. Ramalan Ekonom senior DR Rizal Ramli (RR) pada 3,5 tahun lalu terbukti benar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kini tercatat tidak bisa menembus angka 6 persen. Sementara daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Sebelumnya, peringatan dini kepada Presiden Joko Widodo agar ekonomi tidak gonjang-ganjing sudah pernah disampaikan RR. Rizal menyampaikannya saat masih menjabat Menko Kemaritiman.

Kepada Jokowi, RR mengingatkan bahwa kebijakan austerity atau pengetatan anggaran yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani kuno. Kebijakan ekonomi makro super konservatif itu hanya akan membuat senang kreditor utang dan investor asing.

Sementara akibat yang diterima masyarakat atas kebijakan menteri yang mendapat gelar terbaik di dunia itu, kata RR, adalah pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka lima persen. Selain itu, daya beli masyarakat akan anjlok dan berpengaruh pada harga aset yang yang rontok.

Kini apa yang diramalkan RR harus dirasakan dampaknya. Perusahaan sekelas Giant segera tutup dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan. Tidak hanya itu, PT Krakatau Steel sebagai perusahaan plat merah pengolah baja juga harus melakukan restrukturisasi ribuan karyawan.

"Hari ini sektor retail rontok, Giant tutup PHK, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta karena asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan. Jokowi dikibuli,” tegas Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, Senin (24/6).

Dia juga mengingatkan Jokowi untuk tidak menyangkal penurunan daya beli dengan menyebut masyarakat pindah belanja ke sektor daring. Bagi RR, sektor daring tanah air kini tidak lebih memprihatinkan. Sebab, 70 persen aplikasi jual beli online yang ada sebatas menjadi alat pemasaran produk-produk impor.

"Jika nanti sektor retail dan online dikuasai asing, maka komplitlah ketergantungan impor menjadi permanen,” pungkasnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00