Word Vetiligo Day, Penderita Vitiligo Harus Bahagia

Pemerintahan  SELASA, 25 JUNI 2019 , 16:47:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Word Vetiligo Day, Penderita Vitiligo Harus Bahagia

RMOLJabar

RMOLJabar. Untuk pertama kalinya acara Word Vetiligo Day (WVD) atau hari vetiligo sedunia, tahun 2019 akan turut diperingati di Indonesia, Vitiligo atau dalam bahasa sunda disebut corob merupakan kelainan pigmentasi kulit yaitu hilangnya sel  penghasil pigmen (melanosit) karena berbagai hal yang menyebabkan tidak terbentuknya zat warna (pigmen) sehingga kulit pasien vitiligo akan tampak putih seperti kapur atau susu, yang disebut dengan depigmentasi.

Meskipun penyakit Vitiliigo tidak menular, tidak berbahaya, dan tidak menimbulkan kematian, karena bentuk kelainan kulit yang khas dan mencolok mata, terutama bila di daerah yang terekspos misalnya wajah dan tangan, serta perjalanan penyakit yang cenderung cepat dan progresif, maka vitiligo acapkali membuat resah penderita dan keluarganya.

Demikian disampaikan Kadiv Dermatologi Anak DR. dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK(K), kepada awak medi dalam konferensi persnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (25/6).

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran, perasaan minder, malu, menarik diri dari lingkungan, yang berujung dengan penurunan kualitas hidup," ujar Reiva.

Oleh Karenanya, semakin banyaknya pasien vitiligo, semakin aware dokter, pasien dan keluarga akan penyakit dan dampak vitiligo, maka mulai tahun 2011 setiap tanggal 25 Juni diperingati sebagai Hari Vitiligo Sedunia, bertepatan dengan hari wafatnya Michael Jackson sebagai icon vitiligo dunia.

"Diharapkan dengan adanya peringatan ini membuat pasien, keluarga, dokter, paramedis semakin kompak dalam menghadapi vitiligo, sekaligus sebagai penggalang dana penelitian vitiligo serta berbagai kegiatan yang terkait vitiligo," jelas Reiva.

Ia menuturkan perkumpulan pasien dan keluarga vitiligo telah berdiri di beberapa negara, tetapi di Indonesia belum terdapat wadah yang melibatkan dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK). Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Vitiligo Sedunia tahun 2019 ini, diadakan kick off pembentukan perkumpulan pasien dan keluarga vitiligo, yang diadakan di Bandung.

"Nama perkumpulan ini ialah ”Viti HOPE” yang merupakan singakatan dari Vitiligo: Happy-Optimist-Pray-Empathy”, karena pasien vitiligo harus tetap bahagia dan optimis dengan keadaannya, seraya tetap berdoa dan berempati dengan sesama pasien vitiligo," jelasnya.

Peringatan Hari Vitiligo Sedunia sendiri tahun 2019 dipusatkan di kota Hanoi, Vietnam, yang diselenggarakan oleh perkumpulan dokter spesialis kulit dan kelamin Vietnam, dan untuk tahun ini menggandeng PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) untuk turut memperingati pertama kali di Indonesia.  

"Kota Bandung yang dipilih  berdasarkan data, terdapat banyak pasien vitiligo di kota Bandung, dan banyak pula yang berobat ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung karena memiliki fasilitas fototerapi," ujarnya.

Selain itu, Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran aktif dalam melakukan penelitian, pengobatan, dan pengabdian kepada masyarakat terkait vitiligo. [jar]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA