KOTA CIREBON

Cikal Bakal Komunitas Gelemaca

Ragam  SABTU, 06 JULI 2019 , 00:48:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Cikal Bakal Komunitas Gelemaca

Ilustrasi literasi/Net

RMOLJabar. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, Gerakan Literasi Masyarakat Cirebon (Gelemaca), meski diusianya yang masih tergolong relatif muda, dianggap cukup mewarnai dinamika sektor pendidikan, khususnya di wilayah Cirebon.

Menurut Ketua Umum Komunitas Gelemaca, Lilik Agus Darmawan, Gelemaca pertama kali berdiri di era masa Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher). Saat itu, ada komunikasi langsung melalui teleconference antara Gubernur Jawa Barat dengan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

"Untuk Gelemaca di Kota Cirebon itu lahir dilaunching pertama saat itu Gubernur Jawa Barat, Pak Aher teleconference langsung dengan Pak Azis di tahun 2015," ungkap Lilik Agus Darmawan saat ditemui di Kantin At-Taqwa Cirebon, Kamis (4/7) kemarin.

Inisiasi pembentukan Komunitas Gelemaca terinspirasi dengan dilaunchingnya program JBLRC (Jawa Barat Leaders Reading Challenge). Saat itu, di Kota Cirebon sendiri para pakar pendidikan gayung bersambut dengan mendirikan Cirebon Leader's Reading Challenge (CLRC)

"Dan di Cirebon munculah tantangan CLRC (Cirebon Leaders Challange Reading). Yang penggiatnya adalah para alumni, Guru-Guru SD dan SMP yang pernah study banding di Australia," jelas Lilik.

Selanjutnya, kata Lilik, para alumni itu berkumpul. Mereka menyimpulkan dari hasil study banding mereka dan menyimak hal terbaik, di Australia tentang literasi ini.

"Sehingga kembali ke Jawa Barat, kembali ke Cirebon, dibuatlah kelompok, sehingga lahirlah komunitas Gelemaca. Sampai tahun ini adalah tahun ke-4," sebutnya.

Dalam kegiatan Keliterasian ini, Gelemaca memberikan tantangan membaca setiap tahunnya setidaknya 6 buku per semester untuk anak-anak kelas SD dan SMP. Awalnya, kata Lilik, tingkat SMA pun ikut, hanya ketika ada pelimpahan kewenangan dari Kota/Kabupaten ke Provinsi, sehingga sekarang hanya SD dan SMP saja.

"Mereka diajarkan cara mereview buku dan sebagainya. Ada yang setiap sekolah 10 anak, ada juga yang 8 anak, dan mereka dipandu oleh seorang pembimbing," bebernya.

Tahapan pembelajaran oleh Komunitas Gelemaca ini, seperti jenjang pendidikan formil. Sebab, ada tahapan akhir setelah mengikuti kegiatan literasi berupa wisudaan. Kegiatan wisudaan biasa digelar bersamaan dengan rangkaian momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

"Wisuda yang pertama digelar di Kraton Kacirebonan, kami pilih Kraton karena kami ingin anak-anak juga mengenal bahwa di Cirebon ada warisan leluhur budaya yang perlu dipelajari. Kemudian wisuda kedua kita gelar di Gedung Negara. Dan wisuda ketiga kemarin kita gelar di Gua Sunyaragi," ungkapnya.

Masih kata Lilik, untuk menyemangati kegiatan Literasi, pihaknya juga menggelar Festival Literasi, seperti lomba-lomba, membaca puisi, musicalisasi puisi, mereview buku, ada juga melukis serta kegiatan fotografi.

"Semua untuk memberikan dan menunjukkan kemampuan literasi mereka," ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Lilik, dalam kegiatan Gelemaca juga digelar jelajah Literasi. Dan jelajah literasi ini baru dilaksanakan di tahun ketiga. Maksud dan tujuannya adalah mengenalkan sisi lain di Cirebon yang perlu mereka kenal.

"Kemarin (Jelajah Literasi) kita gelar dengan route daerah Lebakngok, bagaimana dengan daerah lebakngok dengan santri-santrinya yang tradisional. Bagaimana sekolah di sana. Dan juga dibarengi dengan kegiatan sosial. Penyumbangan buku, penyumbangan bibit tanaman, dan juga alat kebersihan bagi sekolah-sekolah," paparnya.

Pun demikian di bidang keagamaan. Lilik menyebutkan, ada juga kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan. Di bulan ramadhan, Gelemaca ini menggelar kegiatan sosial berupa pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu serta pembagian takzil.

"Ini juga memberikan contoh kepada anak-anak kita yang di dalam kegiatan literasi itu bernilai positif. Kami yakin, itu juga bagian dari literasi," jelasnya.

Pada bagian lain, Lilik memaparkan tentang komposisi kepengurusan. Untuk memaksimalkan kerja-kerja dan program Komunitas Gelemaca ini, pihaknya menggandeng sejumlah pemerhati, penggiat, pakar, tokoh dan praktisi pendidikan. Struktur Personalia, kata dia, baru-baru ini dilakukan restrukturisasi. Ada sekitar 24 orang yang bergabung di dalam wadah Komunitas Gelemaca.

"Dan juga anggota pelaksana yang berjumlah 24 orang. Dan ini, juga sudah kami sodorkan ke Bapak Kepala Dinas Pendidikan, karena kami memang di bawah naungan (afiliasi) Dinas Pendidikan. Gelemaca bergerak di bidang persekolahan, siswa dan juga guru. Dan Guru pun kami ajarkan cara-cara menulis," demikian Lilik. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00