Kemendag RI Dukung Peningkatan Produk Ramah Lingkungan Di Sentra Batik Cirebon

Ekbis  RABU, 10 JULI 2019 , 14:35:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Kemendag RI Dukung Peningkatan Produk Ramah Lingkungan Di Sentra Batik Cirebon

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti/RMOLJabar

RMOLJabar. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas, mutu dan daya saing produk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Diantaranya para pelaku UKM di sektor Batik.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti dalam pembukaan acara Bimtek Pengembangan Produk hari ini, di Patra Cirebon Hotel & Convention, Rabu (10/7).

"Pemerintah selalu mendukung para pelaku usaha dalam menghasilkan produk dalam negeri yang ramah lingkungan dan berkualitas serta berdaya saing internasional. Sehingga, dapat menjadi raja di pasar domestik serta mewujudkan peningkatan kinerja ekspor yang berkelanjutan," ujar Tjahya.

Dukungan pemerintah dalam peningkatan daya saing dan kemudahan akses pasar bagi produk UKM, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Tjahya berharap, melalui kegiatan Bimtek dapat tercipta keunggulan-keunggulan baru bagi para pengrajin batik di Cirebon. Sebab, persaingan di negara sendiri, Batik tidak hanya ada di Cirebon, melainkan ada juga di Sumatera, Kalimantan dan wilayah lainnya. Dan keunggulan itu menjadi branding utama di Cirebon.

"Selain itu, pemanfaatan teknologi yang tepat guna juga diperlukan dalam mengejar ketertinggalan dari daerah dan negara lain," tegasnya.

Menurut Tjahya, kekuatan ekonomi sebuah negara bersumber pada potensi kekuatan daerah. Pemerintah Daerah berperan penting dalam memanfaatkan sumber daya alam menjadi nilai ekonomi yang menguntungkan. Dengan begitu, Pemerintah Pusat tinggal mendorong bagaimana untuk melakukan ekspansi produk daerah melalui ekspor.

"Tentu saja kita akan mendorong ekspor ya. Sepanjang ini ada permintaan dan sepanjang ini juga bisa bersaing, ini pasti kita akan lakukan ekspor," ujarnya.

Atas dasar itu, kata Tjahya, dalam Bimtek yang dikhususkan kepada pelaku usaha batik ini, kegiatan difokuskan kepada diversifikasi pewarnaan alam dari kearifan lokal. Umumnya, pewarnaan kain batik dilakukan dengan menggunakan pewarna kimia.

Namun, kini semakin populer proses pewarnaan yang menggunakan bahan baku dari alam. Dengan menggunakan pewarna alam, proses pembuatan batik menjadi lebih ramah lingkungan.

"Industri pembuatan kain batik, baik skala kecil maupun menengah, diimbau untuk menggunakan pewarna alami. Limbah hasil pencelupan batik dengan pewarna alami dinilai lebih aman dan tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan," jelas Tjahya.

Cirebon, kata Dia, memiliki keunggulan tersendiri, bahkan warna zat pewarna alamnya pun sangat berbeda dengan produk daerah-daerah lain. Sebab, zat pewarna alamnya terbuat dari bahan-bahan tanaman sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

"Saya merasa warna-warna seperti inilah yang dicari juga oleh orang-orang luar. Bukan oleh kita sendiri tapi orang-orang luar lebih melihat kepada pemanfaatan Sumber Daya Alam. Dan juga ini lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan dengan kalau kita menggunakan bahan baku pewarna yang berasal dari kimia,"

Setelah penyelenggaraan bimbingan, Kemendag akan terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha dari segi penguatan produk. Diantaranya, mencoba menciptakan branding masing-masing pengusaha batik. Rencana, logo setiap perusahaan dipatenkan. Dalam Bimtek juga disediakan Kuasa Hukum untuk proses pematenan logo. Ke depan setelah logo dipatenkan, maka akan memudahkan membranding produk masing-masing pengusaha batik.

"Kegiatan ini diharapkan bermanfaat untuk para pelaku usaha dalam menambah pengetahuan, keterampilan, teknis produksi, serta pengelolaan bisnis. Sehingga, para pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya lebih luas lagi dan menjadi mandiri," pungkas Tjahya.

Acara bimbingan ini berlangsung selama dua hari pada 10"11 Juli 2019 dan diikuti 100 pelaku usaha di bidang batik yang merupakan binaan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon.

Olehnya, Bimtek Pengembangan Produk diselenggarakan hasil kerjasmaa antara Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

"Penggunaan zat warna alam ini, yang jelas dia lebih ramah lingkungan. Kemudian warna-warnanya lebih kalem, lebih short tapi memberi kesan lebih mewah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Cirebon, Deni Agustin.

Deni Agustin mengapresiasi kegiatan Bimtek yang diselenggarakan bersama Ditjen PDN Kemndag RI tersebut. Ia menilainya sebagai upaya positif untuk meningkatkan kembali kualitas produk batik Cirebon agar mampu berdaya saing.

"Dengan harapan, besok produk-produk batik kita yang menggunakan pewarna alam ini jauh lebih bisa diterima di pasar internasional, pasar mancanegara. Dan saya dengar tadi juga, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Perdagangan Dalam Negeri, bukan hanya akan bagaimana meningkatkan kualitas daripada produk batik pewarna alam ini, tapi dia akan secara komprehensif membina batik-batik yang sekarang sudah dimulai hari ini, dari mulai tekhnologi produksinya, sampai nanti bagaimana menyambungkan dengan jejaring pemasaran, baik secara dalam negeri maupun internasional," pungkasya.[son]



Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad