SUKABUMI

Tolak Raperda KIP, Puluhan Wartawan Geruduk Pendopo

Politik  KAMIS, 11 JULI 2019 , 12:46:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIQ SUPRIADI

Tolak Raperda KIP, Puluhan Wartawan Geruduk Pendopo

Aksi wartawan di Pendopo Sukabumi/RMOLJabar

RMOLJabar. Puluhan wartawan Sukabumi geruduk Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (11/7). Aksi tersebut berkaitan penolakan Raperda Penyelenggaraan Komunikasi, Informatika, Persandian Kabupaten Sukabumi yang dianggap mengekang tugas jurnalistik.

Berdasarkan pantauan, para pendemo dari berbagai media massa yang ada di Sukabumi secara bergantian berorasi di depan Gedung Pendopo Sukabumi. Para pendemo membawa berbagai spanduk dan poster berisi penolakan terhadap raperda tersebut. Selain berorasi, wartawan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan.

Koordinator aksi Ahmad Fikri mengatakan, pemerintah daerah tidak perlu lagi mengatur tugas jurnalistik. Apalagi dipatenkan menjadi perda yang isinya mengekang kebebasan jurnalistik.

"Keberadaan Raperda dinilai bertujuan untuk mengekang jurnalis dan menutupi kontrol sosial agar para pejabat dan pemerintah berjalan tanpa kontrol dan melukai demokrasi," ujarnya usai aksi demo, Kamis (11/7).

Menurutnya, pembuatan raperda tersebut dinilai tidak melibatkan tim ahli, kajian organisasi, dan dewan pers. Hal itu terlihat dari tidak mendasarnya raperda tersebut. Bahkan terlihat mencampuradukan Undang-undang.

"Tujuan raperda itu kami nilai sebagai bentuk intervensi tugas dan fungsi jurnalistik. Sehingga wartawan yang ada di Sukabumi menolak keberadaan Raperda Penyelenggaran Komunikasi, informatika, dan Persandian di Kabupaten Sukabumi," ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya menuntut DPRD dan Pemkab Sukabumi membatalkan Raperda Penyelenggaran Komunikasi, informatika, dan Persandian. Selain itu, DPRD bersikap transparan terkait Raperda Penyelenggaraan Komunikasi, informatika, dan Persandian.

"Kami minta bupati untuk mengkaji ulang penempatan pimpinan DKIP Kabupaten Sukabumi. Apabila tuntutan kami tidak disepakati, maka kami akan melayangkan gugatan atau permohonan keberatan ke Mahkamah Agung," pungkasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad