KABUPATEN PURWAKARTA

Dedi Mulyadi Gelar Syukuran Pertemuan Jokowi Dan Prabowo

Politik  SABTU, 13 JULI 2019 , 23:49:00 WIB | LAPORAN: NURJAYA BACHTIAR

Dedi Mulyadi Gelar Syukuran Pertemuan Jokowi Dan Prabowo

Dedi Mulyadi Di Acara Tasyakuran Ngaruat Diri dan Khitanan Massal DI Purwakarta/RMOLJabar

RMOLJabar.  Apresiasi pertemuan Prabowo dan Jokowi, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung menggelar tasyakuran ngaruat diri dan khitanan massal sebanyak 206 anak.

Menurut Dedi, momen pertemuan tersebut patut disyukuri karena jadi simbol telah selesainya kompetisi politik Indonesia yang selama ini menimbukan ketegangan dan menguras energi bangsa.

"Momen pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus disyukuri, bahkan puncaknya saya gelar kenduri dengan kegiatan ngaruat diri empat dalang dan khitananan sebanyak 206 anak," ungkap  Dedi kepada RMOLJabar, di Desa Mekarjaya Kecamatan  Purwasari, Kabupaten Karawang. Sabtu (13/7).

Menurut Dedi, ada pesan yang ingin dia sampaiakan kepada bangsa Indonesia dari gelaran syukuran yang diisi oleh seni Gotong Singa dan gelaran 4 dalang Wayang Golek.

"Kegiatan seni, gotong singa yang mencerminkan bahwa bangsa ini harus di gotong secara bersama-sama. Kemudian nanti pagelaran 4 dalang sesungguhnya adalah sebuah peristiwa budaya dimana hari ini ada pertemuan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," jelas Dedi, yang baru terpilih  menjadi anggota Legislatif  DPR RI  dapil Jabar Tujuh.

Masih kata Dedi, pertemuan Prabowo dan Jokowi membuat banyak orang bahagia meski ada juga sebagian kecil orang yang kecewa. Namun yang lebih penting, lajutnya, momen pertemuan tersebut bisa menurunkan ketegangan politik yang saat ini terjadi Indonesia.

"Buat bahagia banyak orang karena kita melepaskan diri dari ketegangan politik yang baru berakhir, kalaupun yang Kecewa mungkin bisa jadi juga orang yang tidak menyukai bangsa ini tentram, aman dan damai serta merah putihnya berkibar dengan sempurna," tuturnya.

Dedi meyakini pertemuan dua tokoh politik tersebut akan membawa ketentraman bagi masyarakat umum dan para pelaku ekonomi di Indonesia.

"Karena orang Indonesia itu senang damai, tenteram walaupun misalnya di media sosial ada yang kecewa. Hal itu biasa, terpenting dampaknya sangat baik buat Indonesia," ungkap Dedi.

Dedi mengingatkan, setelah pertemua Jokowi dan Prabowo, dikotomi partai oposisi dan partai pendukung pemerintah jangan di kedepankan agar polarisasi yang terjadi di masyarakat sedikit demi sedikit hilang. Dia pun optimis momen pertemuan tersebut memberi sinyal yang jelas kepada masyarakat bahwa persaingan politik Jokowi dan Prabowo berakhir sejak keputusan pemenang Pilpres diumumkan. Sehingga dia pun berharap tidak ada lagi orang yang menggunakan terminologi Cebong dan Kampret dalam berkehidupan bernegara dan berbangsa.

"Yang paling penting Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu tidak ada permusuhan. Keduanya bersahabat, kemudian andaikata berbeda faham, pandangan, karena itu adalah faktor politik, dimana kedua-duanya harus mencari simpati kepada para pemilih. Tidak ada lagi cebong kampret, yang ada garuda Indonesia pancasila," Pungkas Dedi. [son]

Komentar Pembaca
Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad