JAWA BARAT

Ridwan Kamil Berikan Angin Segar Bagi Petani Ikan Air Tawar

Ekbis  MINGGU, 14 JULI 2019 , 20:34:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Ridwan Kamil Berikan Angin Segar Bagi Petani Ikan Air Tawar

Ridwan Kamil/RMOLJabar

RMOLJabar. Hingga saat ini budaya dengan Keramba Jaring Apung (KJA) masih menjadi polemik, karena dinilai dapat mencemari lingkungan. Padahal KJA banyak digunakan peternak ikan di waduk-waduk di Jawa Barat sebagai mata pencarian warga sekitar.

Bagaikan angin segar bagi para petani ikan air tawar, berita baik datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sebuah lembaga maritim dari Swiss. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menerapkan sebuah teknologi yang dapat mengurangi pencemaran namun tidak mengurangi jumlah ikan yang dibudidayakan.

"Jaring apung akan kita ganti teknologinya, jadi nanti sijaring apungnya itu seolah-olah kaya kolam tapi tidak bercampur airnya dengan air sekelilingnya. Dari kasat mata tidak terlihat tapi kalau dibedah didalamnya airnya independen," jelas Emil sapaan akrabnya saat ditemui di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (14/7).

"Sehingga ikan nya tetap hidup dengan air yang difilter tapi makanan yang selalu bikin asam kualitas air dan sampah itu akan hilang. Jadi sedang kita eksperimenkan dalam tiga bulan ini, sehingga nanti kita atur proporsinya," sambungnya.

Dengan teknologi tersebut nantinya titik atau lahan untuk budidaya ikan tersebut akan berkurang hingga mencapai setengah dari jumlah sebelumnya, tanpa mengurangi jumlah ikan yang didapatkan.

"Karena kalau dihilangkan sama sekali juga, saya kira kurang bijaksana karena ada ribuan warga Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat yang hidupnya dari ikan air tawar," ujar Emil.

Dengan mengkonversi semua KJA yang ada tidak akan menghilangkan ekonomi rakyat tapi memperbaiki dengan inovasi dan teknologi, cara ini dianggap dapat menjaga ekonomi rakyat, dan mengurangi potensi kerusakan lingkungan yang secara signifikan

"Hebatnya jadi volume titik cakupannya berkurang tapi ikannya tidak berubah. Jadi pendapatan mereka tidak berubah," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00