Pendaftar Cawabup Bekasi Kecewa, Usulan DPD Ke DPP Maladministrasi?

Politik  SENIN, 15 JULI 2019 , 21:04:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Pendaftar Cawabup Bekasi Kecewa, Usulan DPD Ke DPP Maladministrasi?

Muhtada Sobirin/RMOLJabar

RMOLJabar. DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, telah melakukan pendaftaran Calon Wakil Bupati Bekasi untuk sisa masa jabat 2017-2022. Dalam pendaftaran tersebut, terdapat 18 nama yang bakal bertarung untuk mendampingi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Dalam pemilu lalu, pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja didukung koalisi Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura dan PAN. Sehingga untuk mengusulkan Wakil Bupati, dibutuhkan dua nama yang direkomendasikan DPP partai koalisi, untuk diajukan ke DPRD Kabupaten Bekasi dan dipilih salah satunya menjadi Wakil Bupati Bekasi.

Secara aturan, 18 orang nama yang mendaftar menjadi wakil bupati, dibawa oleh DPD Kabupaten Bekasi koalisi ke DPP nya masing-masing. Namun, yang terjadi hanya satu nama saja yang dibawa ke DPP. Hal ini membuat kecewa para calon yang mendaftar.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Muhtada Sobirin menyebutkan, pengajuan satu nama yang diusulkan DPD Kabupaten Bekasi ke DPP partai merupakan tindakan yang maladministratif.

"Saya baru dengar informasi sore ini, katanya dari 18 nama hanya diajukan dua nama. Harusnya kan semua calon yang mendaftar namanya diajukan juga ke DPP. tapi faktanya hanya dua nama saja. Dari Golkar atas nama Tuti Yasin, dan Ahmad Marzuki diusulkan partai PAN, Nasdem, Hanura DPD Kabupaten Bekasi," bebernya, Senin (15/7).

"Saya juga sebagai orang yang mendaftar sangat kecewa, karena percuma saya ikut daftar di Kabupaten Bekasi tapi nama saya juga gak diserahkan ke DPP untuk dipertimbangkan, jadi terkesan DPP hanya manut saja dengan Kabupaten, tinggal tandatangan rekomendasi doang," tambahnya.

Padahal, kata dia, hingga saat ini pihak yang ikut mendaftar tidak pernah mendapat surat dari DPD Golkar Kabupaten Bekasi, seandainya ada seleksi.

"Kalau misalnya ada seleksi harusnya kita dikasih tau dong, atau dokumen kita kurang lengkap. Faktanya proses seleksi baik tertulis atau wawancara sampai saat ini belum ada, tiba-tiba nama kita ga dibawa ke pusat, percuma kita mendaftar," kata dia menekankan.

Bila tidak ada halangan, kata dia, surat rekomendasi dari DPP akan kembali ke Kabupaten Bekasi, esok. Untuk kemudian Bupati Bekasi menyerahkan dua nama tersebut ke DPRD Kabupaten Bekasi untuk diparipurnakan sebelum batas akhir paripurna tanggal 23 Juli 2019 mendatang.

Perlu diketahui, terdapat 18 nama yang mendaftar menjadi Wakil Bupati Bekasi yakni Muhtada Sobirin, Siti Qomariyah, Mohammad Amin Fauzi, Iip Sarip Bustomi, Ade Budi Hartono, Juhandi, Obing Fachrudin, Dadang Mulyadi, Dadang Setiawan dan Muhajirin.

Kemudian Ayu Dwi Bestary, Moch Dahim Arisi, Akhmad Marjuki, Komarudin Ambarawa, Rahmat Sori Alam, Siti Aisyah Tuti Handayan, Anwar Musryadad dan Tuti Nurcholifah Yasin yang berstatus sebagai adik kandung Neneng Hasanah Yasin. [aga]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00