Penyuluhan Hukum Penting Bagi Jajaran TNI

Ragam  SELASA, 16 JULI 2019 , 21:50:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Penyuluhan Hukum Penting Bagi Jajaran TNI

Penyuluhan Hukum/RMOLJabar

RMOLJabar. Kodim 0615/Kuningan melakukan penguatan pemahaman hukum bagi anggota TNI dan PNS di lingkungan Makodim. Penguatan pemahaman disampaikan melalui kegiatan Penyuluhan hukum.

Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto mengemukakan, penyuluhan hukum digelar dalam rangka menggugah kesadaran hukum, meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan hukum serta untuk memberikan wawasan kepada seluruh Prajurit, dan PNS TNI.

Penyuluhan Hukum ini disampaikan oleh Tim Luhkum Kumdam III/Siliwangi di Aula Mashud Wisnu Saputra Kodim 0615/ Kuningan Jl. RE Martadinata 97 Ciporang- Kuningan, Selasa (16/7).

Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto menjelaskan, diantara tujuan penyuluhan ini ialah untuk bagaimana hukum bisa melindungi prajurit sehingga prajurit tidak ragu dalam melakukan tugas yang diemban.

"Selain itu, agar dapat mengurangi angka pelanggaran yang terjadi khususnya di wilayah Kodim 0615/ Kuningan," katanya.

"Manusia memiliki hak dasar yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia, hak asasi manusia berlaku kapan pun, dimanapun, dan kepada siapapun, sehingga sifatnya universal," tambahnya.

Sementara itu, Waka Kumdam III/Siliwangi memaparkan tentang sosialisasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kalangan prajurit TNI seperti THTI (Tidak Hadir Tanpa Ijin), Pelanggaran KDRT, Penyalahgunaan narkoba, Tindak Asusila dan sebagainya.

"Kegiatan penyuluhan hukum ini merupakan kegiatan penyebar luasan informasi hukum dan pemahaman terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi tegaknya supremasi hukum di lingkungan prajurit," papar Letkol Chk Agus Setiadi.

Setiap jenis pelanggaran akan dikenakan sanksi tugas. Dikatakannya, skorsing merupakan sanksi administrasi bagi prajurit yang melakukan pelanggaran.

"Apabila seorang prajurit diduga melakukan pelanggaran disiplin atau melakukan pelanggaran pidana dan prajurit tersebut wajib dilakukan penahanan sehingga memudahkan proses dalam pemeriksaan," imbuhnya.

Letkol Chk Agus Setiadi juga menerangkan tentang Keputusan Kasad yang baru Nomor 75/II/tahun 2016 tentang sanksi-sanksi pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI.

Hal ini, bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada para prajurit yang melakukan pelanggaran baik pelanggaran disiplin maupun pelanggaran pidana dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. Sehingga tidak ada lagi keraguan dalam setiap pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan kedinasan.
 
"Adanya indikasi prajurit menyimpang dari azas pancasila maka prajurit tersebut harus keluar dari dinas ketentaraannya.
Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diantaranya yaitu tabiat dan pergaulan serta pemahaman yang salah," pungkasnya.

Penyuluhan Hukum oleh tim Luhkum Kumdam III/Siliwangi ini dihadiri oleh Dandim 0615/ Kuningan Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto S.sos MM, Waka Kumdam III/Siliwangi Letkol Chk Agus Setiadi, Kaur Luhkum Kapten CHK Wirya SH, Jajaran Danramil Kodim 0615/Kuningan dan anggota Kodim 0615/Kuningan. [aga]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00