Triple Deficits Makin Besar, RR Kutip Kalimat Einstein Untuk Pemerintah

Politik  RABU, 17 JULI 2019 , 17:02:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Triple Deficits Makin Besar, RR Kutip Kalimat Einstein Untuk Pemerintah

Rizal Ramli/net

RMOLJabar. Kondisi ekonomi Indonesia kian memburuk, sayangnya solusi dari pemerintah hingga kini jauh dari memadai.

Memburuknya ekonomi ditandai dengan terjadinya tiga defisit yang semakin membesar dan mengancam laju pertumbuhan ekonomi. Ketiga defisit itu terjadi di perdagangan, transaksi berjalan, dan anggaran ekonomi pemerintah.

Dilansir Kantor Berita RMOL, Rabu (17/7), ekonom senior DR Rizal Ramli mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh menganggap remeh ketiga defisit tersebut. Penanganannya, kata RR, juga harus solutif. Bukan lagi menggunakan jurus lama yang terbukti melempem.

Ekonomi Indonesia era Jokowi semakin sulit. Triple-deficits makin besar (trade, current accounts, budget) dan trust,” tegasnya dalam akun Twitter pribadinya.

Jurus menutupi defisit anggaran dengan utang yang selalu diperlihatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani harus segera ditinggalkan. Selain tidak mampu menjadi solusi, cara itu juga malah membuat rakyat merugi karena bunga tinggi diberikan Sri Mulyani pada kreditor.

Hanya ditopang utang yang semakin besar dengan bunga semakin tinggi. Cara dan solusinya sama, kok mengharapkan hasil berbeda?” tanya Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Tidak hanya jurus utang yang dikritik RR, tapi juga kebijakan pengetatan anggaran yang dikeluarkan Sri Mulyani. Menurutnya, kebijakan itu justru menghambat kerja mesin pemerintah yang padahal sedang diharapkan untuk melaju kencang.

Sama saja paksakan perseneling 1 untuk lari 70 km. Mesin jadi jebol. Kata Einstein, konyol jika berharap hasil berbeda, tapi masih pakai cara-cara yang sama,” pungkas mantan Menko Kemaritiman itu mengutip kalimat dari penemu teori relativitas.

Neraca dagang Indonesia tercatat masih defisit sepanjang semester I-2019. Defisitnya mencapai 1,9 miliar dolar AS atau menjadi defisit perdagangan semester I yang paling parah sejak tahun 2013 atau dalam enam tahun terakhir.

Sementara itu neraca perdagangan juga defisit. Di kuartal I-2019 defisit sebesar 60 ribu dolar AS, sedang di kuartal II-2019 sebesar 1,87 miliar dolar AS.

Realisasi pendapatan negara hingga Juni 2019 tercatat baru mencapai Rp 898,8 triliun atau 41,51 persen dari target APBN 2019. Sedang realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp 1.034 triliun  atau 42,03 persen dari pagu APBN 2019.[son]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00