KOTA CIREBON

Dinkes: Sosialisasi Bahaya Rokok Harus Massif

Kesehatan  RABU, 17 JULI 2019 , 22:38:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Dinkes: Sosialisasi Bahaya Rokok Harus Massif

Sekretaris Dinkes Kota Cirebon Said Fahmi/RMOLJabar

RMOLJabar. Dinas Kesehatan Kota Cirebon, menganggap upaya sosialisasi bahaya rokok harus dimasifkan guna mewujudkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  

"Kita akan mensosialisasikan terus bahwa rokok itu adalah mengandung zat pembunuh dan sebagainya. Harus bisa mensosialisasikan bahwa rokok itu tidak baik bagi kesehatan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Said Fahmi saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (17/7).

Dikatakannya, Perda KTR selama ini berjalan di kawasan RSUDGJ. Penerapan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. Kalaupun ada, kata Dia, dipastikan bukan pegawai RSUDGJ Kota Cirebon melainkan pengunjung pasien.

"Kalau di RSUDGJ tentang Perda KTR sudah dijalankan dari dulu, zamannya pak Direktur pak Heru. Jadi tidak ada yang merokok di sini," kata Mantan Wadir Bidang Penunjang Medis dan Pendidikan RSUDGJ ini.

"Ada yang merokok, malam-malam, biasanya pengunjung pasien, tapi tetap kita tegur. Kalau ketemu sedang merokok, rokoknya dimatikan, bungkusnya diambil dan koreknya juga sama," imbuhnya.

Dirinya menjelaskan, setelah melepas jabatan di RSUDGJ dan mendapatkan amanat sebagai Sekdis di Dinkes Kota Cirebon, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas untuk mengetahui apa saja tugas-tugas yang harus diselesaikan.

Sementara ini, Kepala Dinas Kesehatan sendiri sedang berada di luar kota. Diakuinya, untuk membantu tugas Kepala Dinkes tidak cukup rumit lantaran sebelumnya pernah berdinas di SKPD tersebut.

"Walaupun pernah berdinas di sana dan sudah tahu tapi saya belum tahu semuanya, karena kan harus lihat daftar urut kepangkatan, harus memilah-milah. Apalagi nanti Direktur di sini juga kan sudah ganti, mau kemana juga kan harus dikoordinasikan lagi," ujarnya.

Pihaknya akan mulai efektif bekerja di Dinkes pada Jum'at, esok. Sebab, di RSUDGJ masih tersisa pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan. Adapun pengganti jabatannya di RSUDGJ ialah dr. Katibi.

"Tapi mulai efektif bekerjanya nanti hari Jum'at. Karena di sini masih ada kerjaan (tugas) untuk menerima akreditasi dan besok mau dinilai," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA