KABUPATEN BANDUNG

Warga Desak Pemerintah Tutup Pabrik Tekstil Zhong Xin

Hukum  KAMIS, 18 JULI 2019 , 16:19:00 WIB | LAPORAN: DILA NASHEAR

Warga Desak Pemerintah Tutup Pabrik Tekstil Zhong Xin

Suasana Di PT Zhon Xin/Net

RMOLJabar. Warga Kampung Cisirung RT02 RW02, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendesak pemerintah setempat segera menutup pabrik PT Zhong Xin Textile.

Pasalnya, dampak getaran yang ditimbulkan akibat beroperasinya pabrik tenun kain yang berlokasi di Jalan Cisirung itu membuat warga sekitar tidak nyaman bahkan saat ini ikut mengancam keselamatan jiwa.

Tokoh Pemuda Kelurahan Pasawahan Aris Aditya mengatakan, warga sudah tidak bisa mentolerir lagi keberadaan pabrik tersebut. Setelah 3 kali mediasi tak ada solusi atas getaran dari 100 unit mesin tenunnya.

"Warga putuskan untuk menuntut ditutupnya pabrik tersebut karena sudah tidak ada solusi lagi untuk meredam getaran yang ditimbulkan mesin tenun dari pabrik," ujar Aris kepada wartawan di Dayeuhkolot, Kamis (18/7).

Aris membeberkan, akibat getaran mesin di pabrik yang dioperasikan PT Zhong Xin Textile, sebanyak 33 rumah warga terkena dampak getaran dimana bagian dinding rumahnya kini mengalami retak-retak.

"Bahkan sudah ada satu rumah warga RT 02 yang ambruk dinding rumahnya dan mengancam keselamatan dua anak kecil yang ada di rumah warga itu, beruntung tidak tertimpa reruntuhan juga," kata Aris.

Dia mengungkapkan getaran mesin tenun pabrik tersebut sangat terasa pada malam hari mulai jam 23.00 sampai jam 07.00 WIB. Warga sempat meminta agar shift malam ditiadakan akan tetapi nyatanya tetap ada.

"Warga akan meminta bantuan hukum kepada LBH untuk menutup pabrik tersebut. Langkah hukum pun terpaksa ditempuh jika perusahaan (Zhong Xin) tetap berupaya untuk mengintervensi warga," ungkapnya.

Pengurus RW 02 beserta warga, kata Aris, terus berupaya mencari solusi yang terbaik. Terutama warga yang terkena dampak masih memberi toleransi agar perusahaan tetap bisa beroperasi tetapi sesuai tuntutan.

"Tetapi respon dari perusahaan sudah seperti mengintervensi warga. Warga kecewa atas respon perusahaan yang tidak sesuai hasil musyarawah terakhir yang difasilitasi Kelurahan Pasawahan," tegasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00