Kisruh Pilrek UNPAD, Gugatan Bukan Ambisi Kekuasaan

Pendidikan  KAMIS, 18 JULI 2019 , 19:40:00 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kisruh Pilrek UNPAD, Gugatan Bukan Ambisi Kekuasaan

Kampus UNPAD/Net

RMOLJabar. Langkah hukum yang dilakukan Prof Atip Latipulhayat, calon rektor (carek) UNPAD dilakukannya bukan karena ia ingin menjadi rektor.

Atip menggugat Majelis Wali Amanat (MWA) dan Menristekdikti terkait keputusan institusi-institusi tersebut untuk mengulang proses pemilihan rektor (Pilrek) dari awal.

"Gugatan ini bukan karena ambisi kekuasaan. Prof Atip bilang, jika yang terbaik bagi UNPAD saya jadi rektor maka jadilah rektor. Tapi jika yang terbaik bagi UNPAD jadi tidak jadi rektor, ya tidak perlu jadi," kata Richi Aprian, kuasa hukum Atip kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (18/7).

Menurut Richi, bukan masalah bagi Atip jika ia tak terpilih jadi rektor. Yang penting, proses Pilrek dilakukan sesuai tata cara dan aturan hukum yang berlaku.

Penundaan proses Pilrek berkali-kali yang kemudian diakhiri dengan keputusan MWA dan Kemenristekdikti untuk mengulang Pilrek dari awal, diakuinya telah menimbulkan kerugian moral maupun material bagi kliennya. Selain itu, keluarga besar UNPAD juga menanggung dampaknya.

Dalam sebuah perbicangan dengan Kantor Berita RMOLJabar, akhir April lalu, Atip mengatakan bahwa kisruh proses Pilrek (yang hingga Juli 2019 ini telah memakan waktu setahun) itu menimbulkan demotivasi pada civitas academica UNPAD.

"Sebuah hal yang seharusnya jelas bagaimana penyelesaiannya, sekarang malah sering jadi konsumsi (pemberitaan negatif) bagi publik karena dibuat tidak jelas lagi," ujarnya.

Entah berhubungan dengan demotivasi atau tidak, ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) dalam SMUP (Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran) 6 Juli lalu sempat ricuh gara-gara pernagkat server yang digunakan dalam ujian mengalami masalah sehingga peserta kesulitan mengakses aplikasi tes pada gajet mereka. Akibatnya, ratusan peserta SMUP dan orang tua mereka melancarkan protes pada panitia ujian yang dinilai kurang cepat merespon situasi ‘krisis’ tersebut.

'Kericuhan' SMUP bahkan menyita perhatian Menristekdikti M Nasir. Dalam rapat "Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran Triwulan II Tahun 2019" yang diselenggarakan Kemenristekdikti,  15 Juli lalu, ia disebut-sebut menegur Plt Rektor UNPAD di hadapan seluruh rektor PTN yang hadir.

"Tolong jangan permalukan Kemenristekdikti," tegur Nasir seperti ditirukan sumber Kantor Berita RMOLJabar yang mengikuti acara tersebut.[aga]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00