KOTA BANDUNG

Rekayasa Lalin Sukajadi Dan Cipaganti Dipermanenkan

Ragam  KAMIS, 18 JULI 2019 , 21:19:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Rekayasa Lalin Sukajadi Dan Cipaganti Dipermanenkan

AKBP Agung Reza/RMOLJabar

RMOLJabar. Rekayasa lalu lintas (lalin) jalan sukajadi dan cipaganti Kota Bandung resmi dipermanenkan. Sebelumnya, rekayasa lalin tersebut telah diujicobakan selama satu pekan.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bandung di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kamis, (17/7).

Kepala Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza mengatakan, berdasarkan hasil dari rapat evaluasi tersebut, mayoritas peserta rapat sudah menandatangani nota kesepakatan bahwa rekayasa lalin di jalan sukajadi dan cipaganti resmi dipermanenkan.

"Saat ini sudah permanen, jadi kawasan yang sekarang ini sudah sesuai kesepakatan tadi yang hadir, bahwa ini akan dipermanenkan," ucapnya.

Selanjutnya, Agung menjelaskan, rekayasa lalin tersebut dinilai telah berhasil mengurangi kemacetan di empat titik ruas jalan di Kota Bandung, yaitu Jalan Sukajadi, Jalan Cipaganti, Jalan Cihampelas, dan Jalan Setiabudi.

"Untuk saat ini sampai dengan hari kedelapan, sampai dengan disetujuinya, itu kelihatan pengurangan kemacetan di titik yang sudah ditentukan itu benar-benar menjadi 70%, sudah sangat efektif sangat akurat," tuturnya.

Pada mulanya, Lanjut Agung, rekayasa lalin jalan sukajadi dan cipaganti mendapatkan banyak penolakan khususnya dari pengemudi angkutan kota (angkot). Namun, setelah dilakukan uji coba selama tujuh hari, mayoritas masyarakat dan pengemudi angkot dapat menerima dengan baik rekayasa lalin tersebut.

"Memang awalnya itu terjadi pro dan kontra (menolak), lebih banyak ke kontranya, tetapi dengan berjalannya waktu, melihat situasi kondisi yang membaik sekarang jadi lebih banyak yang pro (mendukung)," ujar Agung.

Selain itu, Agung juga mengungkapkan, setelah dilakukan uji coba rekayasa lalin, masyarakat sekitar ruas jalan Sukajadi meminta pemasangan rambu lalu lintas untuk menyebrang jalan. Pasalnya, laju kendaraan menjadi lebih cepat dan menyulitkan warga ketika hendak menyebrang.

"Bahkan ada perubahan budaya, masyarakat meminta adanya hazard kuning dan push button untuk menyebrang karena sulit menyebrang disana, karena kondisinya lancar," ungkapnya.

"Tadi katanya kalau untuk menyebrang harus menunggu sampai 15 menit, karena kecepatannya cukup tinggi. Tadinya kecepatan hanya 10km/jam merayap, kini meningkat jadi 30-40km/jam," sambung Agung.

Agung juga menambahkan, saat ini pihaknya akan memasang dan menyesuaikan rambu lalu lintas sesuai dengan rekayasa lalin yang telah dipermanenkan. Selain itu, Lanjut Agung, tidak menutup kemungkinan, kedepan sejumlah ruas jalan yang menjadi titik kemacetan di Kota Bandung akan direkayasa jika diperlukan.

"Infrastruktur atau sarana prasarana yang melengkapi di kawasan tersebut harus benar-benar sudah diperbaiki, sudah dirubah. Untuk kawasan lain tentunya sudah direncanakan, termasuk Pajajaran, dago kemudian radjiman, kemudian juga di Cihampelas bawah, itu sudah kita agendakan juga," pungkasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00