Tersangka AFAF Salurkan Obat Palsu Di 197 Apotek

Hukum  SENIN, 22 JULI 2019 , 21:16:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Tersangka AFAF Salurkan Obat Palsu Di 197 Apotek

Bukti Obat Palsu/RMOL

RMOLJabar. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah menetapkan AFAF sebagai tersangka pemalsuan obat-obat keras generik menjadi obat-obatan paten non-generik.

Dilansir Kantor Berita RMOL, Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana pemalsuan obat keras dengan obat-obatan paten yang tidak sesuai standar. Dalam kasus ini, pihaknya telah menetapkan satu tersangka berinisial AFAF (52).

"Dalam praktiknya, tersangka melakukan repacking terhadap obat keras generik menjadi obat-obatan paten non-generik yang memiliki harga lebih mahal,” kata Dirtipidter, Brigjen Fadil Imran di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (22/7).

Tersangka AFAF menggunakan perusahaanya bernama Jaya Karunia Investindo (JKI) sebagai Perusahaan Besar Farmasi (PBF) yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM).

Dia ini menyalurkan obat-obatnya ke 197 apotek seolah itu adalah obat paten,” jelas mantan Kapolres Jakarta Barat ini.

Namun yang menjadi persoalan, tersangka AFAF menggunakan bahan baku obat yang diduga telah kedaluwarsa dan dimasukkan ke dalam kemasan untuk dijual kembali. Aksi ini telah dilakukan selama tiga tahun dan sudah memalsukan 51 jenis obat.

Rata-rata obat yang bernilai ekonomis tinggi. Seperti obat antibiotik, asam urat, obat penyakit dalam, dan sabagainya,” jelas Fadil.

Akibat kejahatan ini, kata Fadil, selain berdampak buruk kepada kesehatan, negara juga dirugikan dan membuat publik menjadi tidak percaya terhadap distributor obat-obat resmi.

Bersama satu orang pelaku, polisi turut menyita bahan baku obat yang dioplos dengan puluhan jenis kemasan obat dan alat-alat produksi tersangka untuk mengemas obat palsu dan tiga dua obat sekunder yang siap edar.

Pelaku terancam melanggar Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 UU No 36/2009 tentang kesehatan dan atau Pasal 62 ayat 1 huruf a UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 15 tahun penjara. [mir] 

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00