KABUPATEN PURWAKARTA

Atasi Kekeringan, Kementan Salurkan Ribuan Meter Selang Air

Pemerintahan  SELASA, 23 JULI 2019 , 13:12:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Atasi Kekeringan, Kementan Salurkan Ribuan Meter Selang Air

Agus Rachlan Suherlan/RMOLJabar

RMOLJabar. Untuk menyalurkan air ke areal persawahaan yang terancam kekeringan pada tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) salurkan bantuan selang air sepanjang 7.300 meter kepada pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan mengakui pengairan lahan saat ini terkendala sumber air yang jauh.

"Jarak dari sawah ke sumber air ada yang sampai satu kilometer," katanya, Selasa (23/7).

Bantuan tersebut telah disalurkan ke 23 kelompok tani dan mulai digunakan bersama 350 unit mesin pompa yang telah dibagikan sejak 2007. Mereka tersebar di Kecamatan Cibatu, Campaka, Purwakarta, Pasawahan, Bungursari, Babakancikao dan Jatiluhur.

Agus mengatakan, sumber air yang bisa digunakan antara lain bekas galian tambang golongan C. Lubang galian tersebut kini menampung air yang melimpah seperti halnya di Cibatu dan Campaka.

Lahan yang terancam kekurangan air sebenarnya jauh lebih luas, mencapai sekitar 1.200 hektar. Namun, Agus mengaku lebih memprioritaskan lahan yang telah ditanami untuk diselamatkan dari ancaman kekeringan, sekitar 700 hektar di antaranya.

"Di Purwakarta sudah ada yang puso. Sampai saat ini sudah ada 65 hektar," kata Agus. Menurutnya, persawahan yang puso memang berada di wilayah tadah hujan dan tidak memiliki sumber air di sekitarnya.

Meskipun mengalami dampak kekeringan yang cukup parah, Agus optimistis dapat mencapai target tanam tahun ini sebanyak 40.000 hektar. Ia mengklaim realisasinya mencapai 32.000 hektar hingga saat ini.

"Mudah-mudahan sisa target tanam itu bisa tercapai sampai akhir tahun ini. Walaupun musim kemarau sekarang sangat panas sehingga lahan tadah hujan itu kesulitan air," tuturnya. Meskipun, para petani sebenarnya masih antusias bertani.

Agus menyebutkan, dari luas baku lahan mencapai 18.000 hektar terdapat 10.000 hektar di antaranya merupakan wilayah jangkauan irigasi semi teknis. Itu pun bersumber dari mata air setempat. Sementara, sisa lahan lainnya termasuk tadah hujan.

Sementara itu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika mulai memasukkan wilayah Kabupaten Purwakarta dalam kategori rawan kekeringan parah. Kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Darangdan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibiesono meminta masyarakat yang membutuhkan air agar menghubungi nomor telepon 122 atau melalui media sosial.

"Ada 13 dari 17 kecamatan yang termasuk zona merah rawan kekeringan," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00