JAWA BARAT

Reaktivasi Tegalluar-Stasiun Bandung Ditargetkan Selesai Mei 2021

Pemerintahan  SELASA, 23 JULI 2019 , 13:48:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Reaktivasi Tegalluar-Stasiun Bandung Ditargetkan Selesai Mei 2021

Iwa Karniwa/RMOLJabar

RMOLJabar. Kereta api Tegalluar-Bandung ditargetkan akan melayani empat stasiun yakni Stasiun Tegalluar, Stasiun Laswi, Stasiun Aljabbar dan Stasiun Bandung dengan jarak tempuh total sejauh 16,2 km.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa saat memimpin rapat terkait pembangunan Kereta Api Perkotaan Trase Tegalluar-Stasiun Bandung dan reaktivasi empat jalur kerata api Jawa Barat di Ruang Rapat Ciremai Gedung Sate.

"Berkecepatan operasional 70 km/jam (Bandung-Cimekar) dan 55 km/jam (Cimekar-Tegalluar), sehingga rata-rata kecepatan 65 km/jam. Waktu tempuhnya 27 menit dan waktu naik turunya penumpang 5 menit, rencana investasi totalnya Rp3,96 triliun," ucap Iwa, Selasa (23/7).

Dikatakan Iwa, kapasitas angkut per hari bisa mencapai 16 ribu penumpang dari dua arah yang terdiri dari empat rangkaian.

"Nantinya, jalur tersebut terkoneksi dengan jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan Stasiun Tegalluar sebagai stasiun transitnya," katanya.

Selain itu, mengenai rapat teknis khususnya dengan Jasa Marga, akan dilakukan lebih lanjut untuk sinkronisasi masterplan jalan tol dalam kota maupun jalan tol jaringan Bandung Raya.

Namun, kata Iwa, ada beberapa hal yang menjadi catatan, di antaranya taraf banding dengan KCIC, kajian fly over atau underpass di persimpangan jalan raya, hingga penambahan implan semen di Stasiun Laswi dan Aljabbar.

"Harapan kami untuk Tegalluar-Stasiun Bandung itu bisa selesai di bulan Mei 2021, artinya selesai satu bulan sebelum selesainya kereta api cepat di bulan Juni 2021," ungkapnya.

Adapun terkait reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang, Tahap I meliputi rute Cibatu-Garut sepanjang 19,3 km. Mapping dan sosialisasi rute ini telah dilakukan pada Agustus 2018 dengan total investasi sebesar Rp469,13 miliar.

"Dan Tahap II nya Garut-Cikajang sepanjang 28,2 km yang akan mulai dibangun sekitar 2020-2021. Total investasinya sekitar Rp600-an miliar," tuturnya.

Untuk proses penertiban lahan 911, kata Iwa, kepala keluarga (KK) pun telah rampung 100 persen.

"Sementara tambahan delapan KK masih dalam proses," ujarnya.

Sedangkan reaktivasi Cibatu-Garut yang pendanaannya masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) investasi pengembangan PT KAI tahun 2019 ini ditargetkan selesai di akhir tahun.

"Untuk Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 km targetnya 2020-2021, estimasi biaya Rp1,11 triliun. Pra FS (studi kelayakan) selesai, mapping lahan 100 persen juga telah diadakan rapat koordinasi. Pendanaan dalam proses usulan PMN (Penyertaan Modal Negara)," jelasnya.

Untuk rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, proses reaktivasi berlangsung pada 2020-2022 dengan estimasi investasi Rp2,39 triliun. Saat ini, tahap Pra FS sudah selesai dengan mapping lahan 50 persen dan pendanaan dalam proses usulan PMN.

Terakhir, reaktivasi rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km berlangsung pada 2020-2022 dengan jumlah investasi Rp2,712 triliun. Setelah Pra FS selesai di 2017, saat ini progres mapping lahan menjejak 50 persen.

Untuk rute ini serta Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Bandung, pendanaan bisa melalui tawaran pinjaman dalam rupiah dari Brithish Konsorsium atau proses usulan PMN.

Totalnya, reaktivasi keempat jalur yakni Cibatu-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang, serta Bandung-Ciwidey meliputi jalur sepanjang 178,8 km dengan estimasi biaya Rp7,273 triliun dan ditargetkan rampung seluruhnya di 2022.

Sementara itu, Kepala PT KAI Daop II, Saridal megatakan, tujuan reaktivasi jalur kereta api dilakukan karena Jawa Barat mempunyai rute yang strategis.

"Harapannya, tempat wisata yang dilewati menjadi potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata. Serta reaktivasi kereta juga bisa diharapkan mengatasi kemacetan di kawasan Bandung Raya," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00