Demo Ricuh Di Balaikota Bogor, Tiga Mahasiswa Jadi Korban

Peristiwa  RABU, 24 JULI 2019 , 23:31:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Demo Ricuh Di Balaikota Bogor, Tiga Mahasiswa Jadi Korban

Demonstrasi si Balaikota Bogor/Repro

RMOLJabar. Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam organisasi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bogor dan Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) di depan gedung Balaikota Bogor berujung ricuh.

Unjuk rasa mahasiswa tersebut mendapatkan tindakan represif dari aparat Kepolisian dan Satpol PP. Ada 3 korban yang mendapatkan tindakan represif dari aparat Kepolisian dan Satpol PP.

Berdasarkan informasi yang diterima RMOLJabar, tiga orang tersebut diantaranya adalah Iskandar Subahri (22) mengalami luka hantam dipelipis, dahi, kepala bagian kanan dan pipi bagian kiri. Alfath Nur Fauzan (22) mengalami kesakitan dibagian leher dan luka dipipi sebelah kiri. Sedangkan, Ferga Aziz (22) yang juga sebagai Koorlap aaksi mengalami kesakitan di pinggang.

"Kami berunjuk rasa di Balaikota Bogor menuntut Walikota Bogor untuk menutup Imahalo Resto yang menjual minuman keras tak berizin serta menyalahgunakan izin operasional," ucap Ferga Aziz, Rabu (24/7).

Tidak hanya itu, kata Ferzi, pihaknya pun menuntut Walikota Bogor untuk memecat Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bogor, karena melakukan pembiaran terhadap THM tanpa izin tersebut.

"Namun tak selang lama kami melancarkan aspirasi didepan gedung Balaikota, aparat langsung bertindak represif terhadap kita sebagai peserta aksi, sehingga aksi tidak dapat dilanjutkan karena banyaknya korban," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bogor, Rizqi Fathul Hakim mengatakan, berdasarkan peninjauannya, Imahalo mempunyai izin sebagai restoran. Hal itu terpampang jelas di neon box yang bertuliskan 'Imahalo Resto'.

Menurutnya, usaha tersebut hanya membayar pajak 10 persen kepada Pemerintah Kota Bogor, dan hal itu semakin membuktikan bahwa usaha tersebut adalah restoran.

"Namun ketika melakukan investigasi pada 15 Juni 2019 malam hari, usaha tersebut berubah operasinya menjadi THM (Tempat Hiburan Malam) yang mempertontonkan perempuan menari-nari yang hanya menggunakan bra dan CD, menyediakan minuman keras," jelas Rizqi.

"Ini kan mirip-mirip THM tak berizin atau mirip-mirip seperti menjual miras tanpa izin bahkan seringkali Imahalo Resto melewati batas waktu beraktifitas oleh karena itu kami menyikapinya dengan melaksanakan aksi unjuk rasa," sambungnya.

Selain itu, Rizqi pun sangat menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan Satpol PP saat aksi berlangsung.

Menurutnya, dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian jelas menegaskan bahwa tugas kepolisian adalah untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

"Apalagi kita melaksanakan aksi pun dilindungi oleh Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat di Muka Umum," imbuhnya.

Atas tindakan represif aparat tersebut, pihaknya berencana melaporkan insiden tersebut ke Kadiv Propam Mabes Polri agar segera ditindak lanjuti. [yud]


Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad