Perluas Layanan Hemodialisis di Bandung Raya, BPJS Gandeng Klinik Hemolife

Kesehatan  RABU, 31 JULI 2019 , 18:16:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Perluas Layanan Hemodialisis di Bandung Raya, BPJS Gandeng Klinik Hemolife

BPJS jalin kerjasama dengan Hemolife di Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Dalam rangka memperluas pelayanan untuk hemodialisis (penderita gagal ginjal memerlukan cuci darah), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Hemolife Klinik Hemodalisa untuk melayani pasien di wilayah Bandung.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung M. Cucu Zakaria mengatakan, mulai bulan Agustus ini penderita hemodialisis yang mendapatkan layanan JKN bisa berobat di klinik tersebut.

"Pelayanan yang diberikan pun dipastikan sama dengan pasien jalur mandiri," kata Cucu, dalam peresmian kerjasama yang dilakukan di klinik Hemolife, beralamat di Jalan A. H. Nasution (Ujungberung) Kota Bandung, Rabu (31/7).

Kerjasama pelayanan hemodialisis ini merupakan yang kedua di Bandung Raya. Perluasan ini dinilai Cucu sangat diperlukan mengingat jumlah penderita hemodialisis yang jumlahnya terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, jumlah warga yang harus rutin melakukan cuci darah terus meningkat hingga 18 ribu setiap tahunnya. Terlebih, banyak penderita hemodialisis yang berasal dari kalangan kurang mampu.

"Cuci darah kalau enggak dibiayai BPJS, saya pernah dapat informasi sekitar Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta sekali cuci darah. Tergantung rumah sakitnya," kata dia.

Cucu berharap, dengan adanya pelayanan BPJS Kesehatan di Hemolife Klinik Hemodialisa, akan memudahkan warga Bandung khususnya di wilayah timur yang memerlukan layanan cuci darah.

"Kalau melihat keterbatasan, orang-orang yang memerlukan jangan harus (cuci darah) ke (rumah sakit) kota. Apalagi Bandung kan macet," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Hemolife Klinik Hemodialisa Suriyanto merasa bersyukur bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Melalui kerjasama ini dia berharap akan semakin banyak penderita hemodialisis yang bisa terlayani.

Saat ini, pihaknya memiliki lima mesin pencuci darah yang siap digunakan setiap hari. Dengan jumlah tersebut, dalam setiap pekan diprediksi mampu melayani hingga 15 pasien.

"Itu kalau satu shift. Kita siap melayani dua shift, sesuai permintaan, jadi sekitar 30 pasien per minggu," katanya.

Selanjutnya, Suriyanto juga tidak khawatir dengan persoalan dalam pembayaran dari BPJS Kesehatan. Meski setiap tahunnya selalu defisit, Suriyanto menilai positif kinerja penyelenggara JKN tersebut.

"Peran BPJS sangat luar biasa dalam berkontribusi untuk kesehatan masyarakat. Kalau ada keterlambatan, saya rasa wajar," pungkasnya. [yud]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00