Presiden Baru ACT Bertekad Perkuat Diplomasi Kemanusiaan

ACT  SENIN, 05 AGUSTUS 2019 , 13:28:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Presiden Baru ACT Bertekad Perkuat Diplomasi Kemanusiaan

Presiden ACT Ibnu Khajar/net

RMOLJabar. Menerima amanah sebagai Presiden Aksi Cepat Tanggap, Ibnu Khajar bertekad menguatkan kiprah ACT dan membersamai Indonesia di level nasional dan global melalui diplomasi kemanusiaan.

Memasuki tahun ke-14 dalam kiprahnya di ranah kebencanaan, kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat, Aksi Cepat Tanggap kini dipimpin oleh presiden baru. Amanah sebagai presiden ACT ini diemban oleh Ibnu Khajar, yang telah lama bergerak bersama ACT dalam penanganan kebencanaan dan krisis kemanusiaan. Berikut adalah wawancara bersama Ibnu Khajar terkait amanah baru yang ia emban sebagai presiden ACT.

Ibnu bercerita pertama kali bergabung dengan Aksi Cepat Tanggap, ia diamanahkan untuk melebarkan kerja kemanusiaan di bidang edukasi penanggulangan bencana.

"Saat itu, berdirilah Disaster management Institute of Indonesia (DMII), di bawah naungan ACT. Saya diamanahkan di sana, kemudian berkolaborasi dengan banyak pihak untuk penyelenggaraan program pelatihan, program riset, dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. DMII membantu membersamai pemerintah untuk menciptakan banyak agenda tentang riset atau kebutuhan literasi tentang kebencanaan," papar Ibnu.

Kemudian, seiring kiprah lembaga yang lebih luas dan memerlukan dukungan publik yang sangat besar, Ibnu pun diamanahkan untuk mengelola Philanthropy Network Department di ACT.

"Kami bertugas mengelola sinergi lembaga dengan pemerintah, dengan korporasi, dengan komunitas, dengan masjid, dengan jaringan sekolah, dengan tempat ibadah, dan banyak hal yang lain yang kita lakukan. Alhamdulillah, saat itu, lebih dari 435 perusahaan bermitra, baik nasional maupun global," sambungnya.

Selanjutnya Ibnu juga sempat diamanahkan mengelola Humanity Network Department di ACT, yang fokus pada implementasi program-program kemanusiaan, selama hampir setahun.

Dan lima tahun terakhir, ia mengelola kemitraan di Philanthropy Network Department.

"Pada dua tahun terakhir, saya dapat amanah mengelola jejaring lebih luas di jaringan kerelawanan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)," ujar Ibnu.

MRI dikembangkan sebagai organisasi kerelawanan yang dibentuk oleh ACT. Alhamdulillah dalam waktu dua tahun ini, kami telah menjangkau 34 provinsi, 299 kota/kabupaten.

Saat ini dalam mengemban amanah baru sebagai Presiden ACT, Ibnu mengaku bersyukur berada di sebuah lembaga yang sangat dinamis. Satu hal yang menarik untuk sebuah lembaga besar seperti ACT adalah komitmen untuk leader create leader.

"Maka, saya mengucapkan terima kasih atas bimbingannya, atas inspirasinya karena proses perjalanan belasan tahun ini pasti memerlukan sebuah komitmen yang sangat besar, pasti memerlukan sebuah kerja keras yang luar bisa, jejaring yang sangat besar, kerja besar membangun jaringan relawan," kata Ibnu.

"Terima kasih karena Aksi Cepat Tanggap telah bekerja sangat baik di Indonesia maupun di mancanegara," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00