Gara-Gara Blackout, Luhut Gagal Beri Solusi Masalah Garam Di Cirebon

Politik  SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 08:12:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Gara-Gara Blackout, Luhut Gagal Beri Solusi Masalah Garam Di Cirebon

Petani Garam/net

RMOLJabar. Menteri Luhut Binsar Pandjaitan gagal hadir dalam kunjungan lapangan Tambak garam di Kabupaten Cirebon, ditengah anjloknya harga garam rakyat.

Luhut dijadwalkan hadir di Kabupaten dan Kota Cirebon memimpikan  rapat koordinasi dan Peninjauan Lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.

Tanpa Kehadiran Menteri Luhut, Rapat Koordinasi dan peninjauan Lapangan Pembangunan dan Pengembangan Komoditas Pergaraman Nasional akhirnya di buka oleh Wakil Walikota Cirebon yaitu Eti Herawati sekitar pukul 14.00 wib dan hanya dihadari oleh Deputi Bidang Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa dari Kemenko Kemaritiman Republik Indonesia.

Agus Kuswandono yang menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa, mengatakan ketidakhadiran Menteri Luhut karena ada masalah listrik (red.blackout), maka Menko Luhut menunda kunjungan lapangan ke kabupaten Cirebon.

Rencana kunjungan lapangan Pak Menteri Luhut terpaksa ditunda, karena ada masalah listrik, Kata Agus Kuswandono, Senin (5/8)

Lebih Lanjut, Agus mengatakan terkait anjloknya garam rakyat saat ini menjadi perhatian serius dari Kemenko Kemaritiman, Dimana Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 1.500 Hektar potensi tambak garam, sehingga menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi dalam industri garam Nasional.

"Pada tahun ini Produksi garam Nasional mencapai 1.2 juta ton dan  pihak industri telah menyerap 1.1 juta telah teserap, ada sisa 100 ribu ton, tinggal bagaimana kedepan," kata Agus.

Agus menambahkan pihak Kemenko Kemaritiman sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar komoditi garam masuk dalam komoditi penting dan merevisi Perpres Nomor 71.

"Kami (Kemenko Kemaritiman) telah meminta pada Kementerian Perdagangan agar garam masuk komoditi atau barang penting, agar garam keluar dari Kepres sehingga harganya bisa diatur , ujar Agus

Menurut Agus, garam merupakan salah satu komoditi penting bagi industri, garam adalah emas putih, sangat penting dalam sektor industri,karena banyak barang memerlukan bahan baku garam

"Jangan kaget, jika bahan baku garam dibutuhkan lebih dari 400 hasil industri, apabila suplay garam terhenti maka banyak industri terpengaruh, Garam itu emas putih, karena sangat bernilai untuk industri," cetusnya. [son]



Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad