Tambang Ilegal, Pengusaha Galian C Diancam 10 Tahun Bui

Hukum  JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Tambang Ilegal, Pengusaha Galian C Diancam 10 Tahun Bui

AKBP Roland Ronaldy/RMOLJabar

RMOLJabar. Kerusakan lahan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, akibat aktivitas ilegal penambangan pasir telah mencapai 100 hektar. Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan yang menjadi resapan air di Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, pihak Satreskrim telah melakukan pengungkapan pemeriksaan dan sudah selesai pemberkasan atas 2 laporan berbeda kasus galian pasir ilegal di Surapandan dan Cibogo Kelurahan Argasunya.

"Kami tetapkan 2 tersangka di galian ilegal yang berlokasi di Dusun Surapandan yang berinisial WS dan MA, sedangkan untuk kasus galian di dusun Cibogo telah ditetapkan tersangka satu orang yang berinisial S karena melakukan penambangan pasir tanpa izin, totalnya 3 orang tersangka," kata Roland Ronaldy kepada Kantor Berita RMOLJabar di markas Polres Cirebon Kota, Jumat (9/8).

Roland menambahkan, para tersangka ini dalam melakukan aksi kejahatan dengan modus, penggalian pasir dan tanah menggunakan alat-alat berat (red.Beko) tanpa memiliki izin dari pemerintah. Sehingga para tersangka terancam pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 Miliar.

"Pasal yang kami gunakan yaitu, Pasal 158 UU Minerba No 4 Tahun 2009, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda 10 miliar. Berkasnya sudah selesai dan akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Kota Cirebon," ujar Roland.

Ia mengaku, kasus galian ilegal ini telah berlangsung lama, namun upaya pembinaan melalui surat teguran dan musyawarah di DPRD Kota Cirebon tidak membuat jera para tersangka pengusaha galian C ilegal. Sehingga pihaknya mengambil tindakan hukum yang berlaku yaitu UU Minerba No. 4 tahun 2009.

"Aktivitas mereka itu sudah lama, sudah diberikan himbauan, surat teguran, dan dimusyawarahkan di DPRD, tindakan pidana merupakan tindakan terakhir sebagai penegakkan hukum," ungkap Roland.

Ditambahkan Roland, pihaknya juga telah mengamankan alat-alat bukti yaitu 7 unit Beko dan alat untuk mengayak pasir. Mereka itu Ketua Yayasan dan 2 pengelola galian C ilegal.

"Kami juga sudah melakukan pemeriksaan dan keterangan dari Dinas ESDM Wilayah VII Cirebon, kami telah mengamankan 7 alat berat jenis Beko dan alat pengayak pasir sebagai barang bukti dan tersangka salah satu Ketua Yayasan," tutup Roland. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00