KABUPATEN KARAWANG

Khawatir Tumpahan Minyak, Petani Garam Tunda Produksi

Ekbis  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 19:42:00 WIB | LAPORAN: NURJAYA BACHTIAR

Khawatir Tumpahan Minyak, Petani Garam Tunda Produksi

Petani Garam di Kabupaten Karawang/RMOLJabar

RMOLJabar. Petani garam di pesisir pantai utara Karawang, berhenti berproduksi. Dampak air laut sebagai sumber utama pembuatan garam tercemar minyak pertamina yang bocor hampir satu bulan. Para petani garam memilih tidak produksi untuk menghindari kerugian lebih besar.

Para petani Garam di pesisir utara Karawang, luasnya sekitar 108 hektare, yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Tempuran dan Pedes, merugikan sekitar 64 petani garam yang memproduksi sekitar 927 ton sekali panen.

"Akibat peristiwa oil spill yang tercecer hingga ke pantai, sekitar 64 petani garam berhenti produksi, "ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Hendro  Subroto, Sabtu (10/8) .

Menurut Hendro, petani garam yang  tersebar di tiga desa, yaitu di Desa Ciparage jaya, Desa Pasirjaya dan Desa Tambaksari, dengan hasil produksi sekitar 726 ton dalam sekali panen terancam tak bisa dijual karena sudah terkontaminasi tumpahan minyak yang sudah masuk pada area tambak garam.

"Otomatis dengan adanya tumpahan minyak, produksi garam terancam tidak laku dijual," katanya.

Akibat air laut pencemaran bahan baku pembuatan garam tersebut, membuat sebagian petani enggan menggarap lahannya, lantaran bahan baku pembuatan garam sudah tidak layak untuk diproduksi menjadi garam.

Hal yang sama di katakan Suwito (52) salah satu petani garam asal Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya mengatakan, sejak adanya insiden kebocoran Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), Kawarang, petani garam berhenti memproduksi karena air laut sudah terkontaminasi minyak.

"Sejak adanya peristiwa kebocoran anjungan lepas pantai, para petani garam berhenti produksi," ujarnya  Suwito, saat ditemuai di lokasi.

Dia juga mengatakan, para petani garam enggan menggarap lahannya,  sejak adanya peristiwa tersebut karena khawatir tumpahan minyak yang terus naik ke bibir pantai akan masuk ke lahan garapan pembuatan garam sehingga akan merugikan semua pihak.

"Petani sudah tidak menggrap lahan  tambak pembuatan garam karena khawatir air bercampur bahan berbahaya masuk ke tambak garam," katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Garam Segara Jaya Kabupaten Karawang, Aep Suhardi, mengatakan bahwa petani garam menunda aktivitas menggarap lahan tambak garam dalam seminggu terkahir terhitung sejak minggu terkahir bulan Juli, karena sewaktu-waktu saat memasukan air laut untuk produksi garam sudah tidak steril dari tumpahan minyak yang masih mengalami kebocoran dilepas pantai.

"Minggu ini sudah kembali produski tetapi sebagian di wilayah Tambaksari, berhenti produksi, tapi patani di Ciparagejaya sudah normal produksi kembali," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00