Pasien TBC, HIV Dan Gagal Jantung Paling Banyak Ditangani RSUD Kabupaten Bekasi

Ragam  SENIN, 12 AGUSTUS 2019 , 18:43:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Pasien TBC, HIV Dan Gagal Jantung Paling Banyak Ditangani RSUD Kabupaten Bekasi

Dirut RSUD Kabupaten Bekasi, dr Sumarti/RMOLJabar

RMOLJabar. RSUD Kabupaten Bekasi mencatat sepanjang tahun 2018 hingga 2019 penyakit TBC, HIV dan gagal jantung kongestif menjadi yang tertinggi diidap pasiennya. Hal tersebut dikatakan Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sumarti, Senin (12/8).

Menurut data yang ia punya, pasien rawat jalan gagal jantung kongestif menduduki peringkat pertama dengan jumlah 8.486. Sedangkan TBC sebanyak 5.689 dan HIV 5.423 orang.

Sementara hingga semester pertama 2019, pasien HIV paling banyak dilayani dengan jumlah 3.490 orang. Kemudian gagal jantung kongestif 1.826 pasien dan TB 1.805 pasien.

Tiga penyakit tersebut, kata dia saat ini trennya meningkat sejak beberapa tahun lalu. Penyebabnya secara umum karena gaya hidup dan pola makan yang salah.

Orang sekarang kan serba pengin instan. Kalau makan penginnya yang cepat saji. Itu juga menjadi penyebabnya. Kemudian stres juga bisa menjadi pemicunya,” katanya.

Sumarti mengatakan, saat ini gagal jantung tidak lagi dikategorikan sebagai penyakit ‘orang kaya’. Penyakit yang disebabkan kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah ini bisa menyerang siapa saja.

Kalau dulu memang kita sering dengar orang kaya terserang penyakit jantung. Tapi kalau sekarang enggak begitu lagi. Siapa saja bisa gagal jantung,” katanya.

Untuk kasus HIV, lanjut Sumarti, juga cukup memprihatinkan. Karena selain jumlahnya yang terus meningkat, beberapa di antaranya diketahui ada yang masih anak-anak.

Di RSUD Kabupaten Bekasi ada Klinik Pelangi. Klinik ini khusus melayani pasien rawat jalan HIV, ada sekitar 500 orang yang dilayani. Mulai dari orang dewasa sampai anak-anak,” katanya.

Sedangkan kasus TBC, menurut Sumarti, peningkatannya disebabkan risiko penularan yang tinggi. Karena masih banyak pasien TBC yang enggan berobat secara rutin.

Pasien TBC di Kabupaten Bekasi banyak juga yang rujukan dari daerah lain. Tapi memang penyakit ini ketika terjadi kontak maka risiko penularannya tinggi,” katanya.

Untuk kasus HIV dan TBC saat ini bisa sepenuhnya dilayani di RSUD Kabupaten Bekasi. Sedangkan untuk operasi jantung, rumah sakit milik daerah ini merujuk ke rumah sakit lain jika memerlukan tindakan operasi.

Kita sudah ada kajian. Kita ingin kembangin rumah sakit untuk pelayanan operasi jantung, pasang ring jantung. Saya sudah belajar ke RS Harapan Kita. Rencananya 2020 kita training SDM dan 2021 beli alat-alatnya,” ungkapnya.[son]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00