Pemkab Purwakarta Sisir Pasutri Belum Miliki Buku Nikah

Pemerintahan  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 13:10:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pemkab Purwakarta Sisir Pasutri Belum Miliki Buku Nikah

Anne Ratna Mustika/RMOLJabar

RMOLJabar. Pemkab Purwakarta terus menyisir seluruh kecamatan di wilayah tersebut untuk mencari pasangan suami istri (Pasutri) yang belum dilegalkan secara hukum negara dalam pernikahan.

Diketahui, di beberapa wilayah di Purwakarta, diduga masih banyak pasutri yang melakukan pernikahan di bawah tangan atau nikah siri.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, pada tahun ini pihaknya kembali menggulirkan program itsbat nikah gratis bagi para pasutri yang belum memiliki akta nikah sebagai kelengkapan administrasi.

Dia memastikan, program tersebut akan dijalankan secara kontinyu hingga seluruh warga yang belum sah secara hukum Negara bisa segera mendapat akta nikah.

"Kami masih inventarisasi. Yang jelas, kami akan mendorong supaya masyarakat yang belum tercatat atau memiliki akta nikah bisa segera dilegalkan secara hukum Negara," ujar Anne, Rabu (14/8).

Tahun ini, pihaknya menargetkan 400 pasutri di empat Kecamatan yang sudah mengikuti program tersebut. Adapun empat Kecamatan tersebut adalah Maniis, Sukasari, Tegalwaru dan Bojong. Tahun depan, kata dia, kemungkinan program tersebut akan berlanjut.

"Tahun depan, akan kami siapkan anggarannya lagi. Target kami, di 2020 nanti, kami bisa memfasilitasi program itsbat nikah untuk 1000 pasutri. Intinya, kami akan terus menyisir untuk mencari warga yang belum memiliki akta nikah,” jelas dia.

Tak hanya itsbat nikah, di 2020 pihaknya pun berencana menggulirkan program nikah massal gratis. Dalam hal ini, pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama.

Mantan mojang 1999 mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak pasutri memilih nikah di bawah tangan. Selain minimnya informasi soal pentingnya akta nikah untuk kelengkapan administrasi, kultur dan budaya di wilayah mereka yang jadi faktornya. Misalnya, adanya anggapan asal sah secara agama.

"Yang belum memiliki akta ini, banyak di antaranya juga yang nikah di bawah umur. Sehingga, mungkin tak mau repot untuk mengurus administrasi, jadi lebih memilih nikah di bawah tangan," seloroh dia.

Tujuan itsbat nikah, Anne menjelaskan, hal tersebut bagian untuk memberikan perlindungan kepada kaum ibu dan anak-anak. Apalagi buku nikah salah satu syarat wajib dalam mengurus administrasi kependudukan.

"Akta atau surat nikah ini sangat penting. Apalagi kan sekarang, bikin Kartu Keluarga (KK) saja harus melampirkan surat nikah. Makanya, kami hadir untuk mendorong supaya mereka memiliki legalitas," jelasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00