Rizal Ramli: Ekonomi Nyungsep Karena Sri Mulyani Lebih Sibuk Membantah Daripada Cari Solusi

Politik  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 22:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Rizal Ramli: Ekonomi Nyungsep Karena Sri Mulyani Lebih Sibuk Membantah Daripada Cari Solusi

Rizal Ramli/net

RMOLJabar. Ekonom senior Rizal Ramli mengkhawatirkan perekonomian RI akan terus "nyungsep" dan hanya mampu tumbuh dibawah 5 persen per tahun. Pasalnya, perekonomian negara diurus oleh menteri ekonomi yang tidak berani berpikir out of the box dalam mencari solusi.

"Sejak 3 tahun yang lalu memang sudah memperkirakan ekonomi Indonesia dari tahun 2016 sampai 2019 itu paling tumbuh di sekitar 5 persen," ujarnya saat berbicara di Indonesia Business Forum yang disiarkan TVOne, Rabu (14/8).

Menurut Rizal, ada dua hal mendasar yang akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap rendah. Pertama , kebijakan austerity (penghematan) yang dilakukan pemerintah hanya berkutat pada pemangkasan anggaran. Tidak ada cara lain yang lebih canggih, bahasa yang dipakai Rizal, tidak out of the box.

"Yang kedua, hanya berani menguber-uber pajak yang kecil, sama yang gede nggak berani," katanya seperti dimuat Kantor Berita RMOL.

"Nah itulah Kenapa kami berani mengatakan di depan Pak Jokowi kalau begini saja sampai tahun 2019 bakal sekitar 5 persen dan memang makin lama akan semakin merosot," imbuhnya.

Tanda-tanda merosotnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah banya, salah satunya adalah mulai banyak pengusaha yang default bayar obligasi.

"Ada berapa grup gede yang nggak mau bayar utangnya," katanya.

Meski begitu, Rizal yang juga mantan Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur ini menilai, faktor eksternal juga memperngaruhi perekonomian Indonesia yang cenderung menurun. Tapi bukan berarti faktor eksternal dijadikan kambing hitam.

Rizal mengkritik lemahnya kemampuan menteri-menteri di bidang perekonomian saat ini dalam mengahadapi dinamika perekonomian dunia. Padahal, lanjutnya, menteri-menteri dibidang ekonomi seharusnya sudah bisa membaca gejolak ekonomi global dan mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

"Jangan bisanya nyalahin terus faktor internasional. Ini sudah bisa diduga kok satu setengah tahun yang lalu," ujarnya.

Ia menambahkan, seharusnya menteri ekonomi, khususnya menteri keuangan, bekerja keras dalam mencari solusi. Di mata Rizal, Alih-alih buat solusi inovatif, saat ini para menteri yang mengelola ekonomi negara malah sibuk membantah masukan dan kritikan dari pihak-pihak yang menilai ada kesalahan dari tata kelola perekonomian.

"Dalam bekerja jangan kebanyakan bantahan-bantahan. Kalau kita mau jujur, kita itu tidak terbiasa berpikir strategis antisipatif. kita itu kagetan, sudah kejadian baru kaget," demikian Rizal.[son]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00